oleh

Dokter Memiliki Tugas Sosial Membantu Masyarakat

Jakarta_www.indeks.com–Senada dengan itu di tempat yang sama, AKBP dr. Huntal Napoleon, SpBP-RE, Ketua PKFI Jakarta Timur usai baksos dan pengobatan gratis menyampaikan bahwa, kegiatan sosial ini merupakan tugas sosial dokter membantu dan meringankan beban masyarakat. Kebetulan dirinya bergabung dengan Lions Club Centennial MH Thamrin Jakarta yang memiliki visi yang sama melayani masyarakat terutama yang kurang mampu.
“Har ini (red-Sabtu) menggelar bakti sosial dan pengobatan gratis di kawasan banjir dalam rangka meringankan warga. Kami juga memeriksa kesehatan masyarat agar terhidar dari penyakit paska banjir,” ujar pria yang biasa disapa dr. Huntal ini.
Katanya, rata-rata keluhan dan penyakit yang kami temukan flu, sakit kulit, diare. Sementara untuk orang tua penyakitnya hipertensi, darah tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan lainnya.
“Kami hadir dalam rangka meringankan beban masyarakat dan kami ingin mengajak masyarakat terus semangat dalam beraktifitas sehari-hari paska banjir ini,” terang dokter yang juga seorang polisi ini.
Menurutnya, sebagai aktivis sosial, perhimpunan dokter, yayasan dan lembaga sosial pihaknya pro-aktif terhadap keadaan masyarakat dan membuka mata pada lingkungan sekitar warga.
“Bagi masyarakat yang membutuhkan silahkan menghubungi kami di Lions Club, PKFI, PDUI, IDI dan Perdami. Kami siap melaksanakan kegiatan bakti sosial yang seperti baksos ini,” terangnya.
Ia juga memberikan masukan masyarakat, sebab banjir Jakarta belum selesai dan terus berlangsung. Untuk itu menghimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan menyiapkan daya tahan tubuh yang cukup baik.
“Masyarakat perlu menjaga kesehatan dan menjaga diri agar terhindar dari penyakit. Terutama juga untuk anak-anak kecil dan orangtua perlu dijaga kesehatannya,” pungkas dr. Huntal.
Sementara itu, dr Rezaldi Pratama SpM MKes yang aktif juga Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Propinsi Banten, ditemui saat baksos dan pengobatan gratis Lions Club Centennial MH Thamrin Jakarta menyatakan ikut peduli dan mendukung kegiatan sosial ini. Dirinya bersama Lions Club Centennial MH Thamrin Jakarta menyiapkan visi dan program di awal 2020 melakukan baksos operasi matakatarak.
“Saya ikut kegiatan baksos di SMPN 92 Jakarta ini sebagai wujud kepedulian sosial dan terpenting sebagai tugas sosial sebagai seorang dokter,” katanya.
Pria yang akrab disapa dr. Rezaldi ini, ikut menyumbangkan puluhan kacamata dan obat tetes mata untuk pencerahan mata dan pencegahan mata katarak. Ia memeriksa satu persatu pasien yang hadir di baksos dan pengobatan gratis Lions Club.
“Banyak yang sudah diperiksa dan belum ditemukan yang fatal untuk dilakukan operasi mata katarak. Namun kalau ada pasien-pasien yang kurang mampu, belum melakukan operasi mata kami siap menanganinya,” ucapnya.
Diluar baksos dirinya sering melakukan operasi mata katarak gratis terutama yang kurang mampu. Biasanya targetnya adalah masyarkat yang belum memiliki BPJS dan belum terlayani dengan baik.
“Pasien seperti ini jumlahnya banyak dan ini yang menjadi sasaran baksos operasi katarak mata,” kata dr. Aldi.
Namun katanya, bagi yang sudah memiliki BPJS bisa datang ke Puskesmas-Puskesmas terdekat. Pasien bisa berobat dan meminta rujukan dari Puskesmas kalau penyakitnya belum sembuh.
“Diharapkan bagi pasien mata katarak yang belum memiliki BPJS atau KIS bisa mengurus ke aparat pemerintah bagi warga yang tidak mampu. Jika masyarakat memiliki BPJS maka akan bisa melakukan pemeriksaan dan operasi katarak secara gratis,” pungkas dr. Aldi.
Acara Baksos dan Pengobatan Gratis dari Lions Club Centennial MH Thamrin Jakarta 301-A1 ini berakhir penuh kegembiraan dan foto-foto bersama antara pengurus Lions Club, dokter, pasien dan pengurus RW 07 di Kelurahan Jati, Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur.
“Sampai ketemu di acara baksos berikutnya ya mas,” kata Devia sang Presiden Lions Club Centennial MH Thamrin Jakarta, sambil melambaikan tangan berpamitan pulang tepat Jam 14.00 WIB. (Syafruddin Budiman,SIP)
 
Publizher/Redaksi : Andi Jumawi

Disclaimer : Dilarang mencopy sebagian atau keseluruhan isi berita www.indeks.co.id tanpa seizin Sumber redaksi.Kecuali memiliki Izin dan Kerjasama yang tertulis. Segala pelanggaran Mencopy/Jiplak Berita,Tulisan,Gambar,Video dalam Media www.indeks.co.id bisa dituntut UU Nomor 40/1999 Tentang Pers pada Pasal 2 Kode Etik Jurnalistik menyebutkan: “Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik”.
BACA JUGA  Kapolres Konawe Utara Hadiri Penyerahan BLT dan APD Covid-19 Desa Lamondowo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *