KAB.SOPPENGNasionalPersatuan Wartawan Indonesia

Menjaga Marwah, Merawat Persatuan: Konferensi PWI Sulsel Momentum Kebangkitan Wartawan

110
×

Menjaga Marwah, Merawat Persatuan: Konferensi PWI Sulsel Momentum Kebangkitan Wartawan

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

SOPPENG 24 Mei 2026

Oleh : Andi Jumawi
Ketua PWI Kabupaten Soppeng

Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan yang kian dekat bukan hanya agenda rutin organisasi semata. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ruang penting untuk meneguhkan kembali marwah profesi wartawan, memperkuat solidaritas, serta membangun arah baru organisasi yang lebih bermartabat, profesional, dan berwibawa di tengah derasnya tantangan dunia pers saat ini.

Di tengah arus informasi yang bergerak begitu cepat, kehadiran organisasi wartawan yang kuat dan bersatu menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. PWI sebagai rumah besar insan pers memiliki tanggung jawab moral menjaga independensi, etika jurnalistik, serta kehormatan profesi agar tetap dipercaya masyarakat.

Karena itu, konferensi pemilihan Ketua PWI Sulsel harus dipandang sebagai pesta demokrasi organisasi yang sehat, dewasa, dan penuh semangat persaudaraan. Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar. Dukungan kepada para calon dan kandidat juga merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus dihormati. Namun seluruh proses itu semestinya tetap berada dalam bingkai besar: menjaga persatuan dan kebesaran PWI.

Tidak ada kemenangan yang lebih penting dibanding utuhnya persaudaraan sesama wartawan. Sebab sejarah membuktikan, organisasi yang besar bukan hanya lahir dari figur pemimpin yang kuat, tetapi juga dari anggota yang mampu menjaga solidaritas, saling menghormati, dan menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Konferensi ini harus menjadi momentum rekonsiliasi gagasan, bukan ajang perpecahan. Siapa pun yang nantinya terpilih memimpin PWI Sulsel, sesungguhnya memikul amanah besar untuk merangkul semua pihak, memperkuat kompetensi wartawan, menjaga integritas organisasi, serta menghadirkan PWI yang semakin dekat dengan anggotanya.

Semangat “PWI Bangkit Bersatu” bukan hanya slogan. Kalimat itu mengandung harapan besar agar seluruh insan pers di Sulawesi Selatan mampu berdiri dalam satu barisan menjaga kehormatan profesi di tengah tantangan zaman, tekanan ekonomi media, hingga ancaman terhadap independensi pers.

Saatnya seluruh anggota PWI Sulsel menunjukkan kedewasaan organisasi. Menjaga suasana konferensi tetap sejuk, elegan, dan bermartabat. Adu gagasan boleh dilakukan, tetapi jangan sampai melukai persaudaraan. Kritik boleh disampaikan, namun tetap mengedepankan etika dan rasa saling menghormati.

Sebab pada akhirnya, yang paling dikenang bukan siapa yang paling keras bersuara, melainkan siapa yang mampu menjaga persatuan dan mengangkat marwah organisasi.

Konferensi PWI Sulsel harus menjadi titik awal kebangkitan baru. Kebangkitan organisasi yang solid, independen, profesional, dan tetap menjadi penjaga nurani publik.

Mari sukseskan konferensi dengan semangat persaudaraan.

PWI Bangkit, PWI Bersatu, Marwah Wartawan Tetap Terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!