KONAWE SELATAN (INDEKS) — Pemerintah Desa Lambandia, Kecamatan Basala, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap I Tahun 2026 dengan metode kunjungan langsung dari rumah ke rumah kepada keluarga penerima manfaat (KPM), Senin (11/5/2026).

Kegiatan penyaluran dipimpin langsung Kepala Desa Lambandia, Muh Ruslan, dan disaksikan unsur pemerintah Kecamatan Basala, aparat kepolisian, pendamping desa, serta perangkat desa setempat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pemerintahan Kecamatan Basala Asrul, S.Sos., Kanit Reskrim Polsek Basala Aiptu Jusman, SH, Pendamping Desa Muh Ikra, staf Kecamatan Basala, dan aparat Desa Lambandia.

Kepala Desa Lambandia Muh Ruslan mengatakan, metode penyaluran secara door to door dilakukan untuk mempermudah para penerima manfaat, khususnya warga lanjut usia dan masyarakat yang sedang sakit, agar tetap dapat menerima bantuan tanpa harus datang ke balai desa.
“Langkah ini kami ambil agar para KPM yang sudah lanjut usia maupun yang sedang sakit dapat menerima bantuan langsung di rumah masing-masing. Dengan demikian, penyaluran bantuan menjadi lebih ringan, tepat sasaran, dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Pada penyaluran tahap pertama ini, BLT-DD diberikan kepada lima keluarga penerima manfaat dengan nilai bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan selama lima bulan. Dengan demikian, setiap KPM menerima total bantuan sebesar Rp1,5 juta.
Selain penyaluran BLT-DD, Pemerintah Desa Lambandia juga memaparkan alokasi penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 yang mencapai Rp239.299.000.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk sejumlah program prioritas nasional dan program sektor prioritas desa hasil musyawarah desa.
Untuk program prioritas nasional, pemerintah desa mengalokasikan dana antara lain untuk penanganan kemiskinan ekstrem melalui BLT-DD sebesar Rp18 juta bagi lima KPM selama 12 bulan.
Selanjutnya, promosi dan penyediaan layanan dasar kesehatan desa dialokasikan sebesar Rp48 juta per tahun, meliputi pencegahan stunting melalui pemberian makanan tambahan bagi ibu dan bayi sebesar Rp15 juta serta insentif kader kesehatan dan posyandu sebesar Rp33 juta.

Di sektor ketahanan pangan, desa mengalokasikan Rp10 juta untuk pengadaan bibit sawit bersertifikat. Sementara pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur desa melalui program Padat Karya Tunai Desa diarahkan pada rehabilitasi dan peningkatan jalan usaha tani dengan anggaran Rp65.800.530.
Pemerintah desa juga menganggarkan Rp16.319.500 untuk pembangunan infrastruktur digital dan teknologi desa, meliputi penyelenggaraan informasi publik desa dan penyediaan sarana perkantoran pemerintahan desa.
Adapun program sektor prioritas desa lainnya mendapat alokasi sebesar Rp74 juta, di antaranya untuk insentif guru PAUD, guru mengaji, imam desa, pengadaan seragam sekolah, bantuan material bangunan bagi masyarakat miskin, hingga insentif operator aplikasi desa dan SISKEUDES.
Sementara biaya operasional pemerintah desa dialokasikan sebesar Rp7.178.970 untuk mendukung koordinasi pemerintahan desa selama satu tahun.
Muh Ruslan menegaskan, Pemerintah Desa Lambandia berkomitmen merealisasikan seluruh program Dana Desa secara transparan dan tepat sasaran demi mendukung pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap seluruh program Dana Desa Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan dengan baik sehingga mampu menopang roda pemerintahan desa sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Lambandia dan sekitarnya,” katanya.
Laporan : Adriana
Redaksi/Publizher : Andi Jumawi














