BULETIN TNIKENDARINasional

BI–TNI AL gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 jangkau wilayah kepulauan Wakatobi

266
×

BI–TNI AL gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 jangkau wilayah kepulauan Wakatobi

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

Kendari (INDEKS) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 guna memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar, khususnya di wilayah kepulauan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kegiatan yang berlangsung pada 5–11 Mei 2026 tersebut menyasar Kabupaten Wakatobi dengan menggunakan KRI Pulau Rimau-724 dan menjangkau lima pulau utama, yakni Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko, dan Runduma.

Ekspedisi ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Clean Money Policy Bank Indonesia, sekaligus upaya percepatan penarikan Uang Tidak Layak Edar (UTLE) di wilayah kepulauan. Selain layanan kas keliling, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan edukasi program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, open ship experience bagi pelajar, serta kegiatan sosial bagi masyarakat.

Kabupaten Wakatobi dipilih karena memiliki karakteristik wilayah kepulauan strategis dengan luas kawasan sekitar 1,39 juta hektare serta kekayaan biodiversitas laut yang tinggi, termasuk sekitar 750 spesies koral dari total 850 spesies dunia. Kawasan ini juga telah ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO sejak 2012 dan termasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas.

Kehadiran Rupiah di wilayah tersebut tidak hanya mendukung kelancaran transaksi ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi simbol kedaulatan negara yang harus dijaga di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bank Indonesia mencatat indeks awareness CBP Rupiah di wilayah Sulawesi Tenggara pada 2025 mencapai 84,90 atau berada dalam kategori baik, melampaui rata-rata nasional sebesar 77,74, sekaligus menjadi yang tertinggi di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Dalam kegiatan ERB 2026, BI menyiapkan uang layak edar sebesar Rp20 miliar untuk didistribusikan kepada masyarakat. Penyediaan tersebut diharapkan mampu menggantikan uang tidak layak edar sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan.

Selain itu, BI Sulawesi Tenggara juga melaksanakan kegiatan sosial bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Wakatobi melalui Dinas Kesehatan serta Puskesmas Wangi-wangi dan Tomia, berupa layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan sunatan massal.

Ke depan, Bank Indonesia bersama TNI AL, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait akan terus memperkuat sinergi guna memastikan ketersediaan uang Rupiah yang berkualitas dan layak edar, sekaligus mendukung stabilitas perekonomian dan memperkuat kedaulatan negara.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Deputi Direktur Edwin Permadi menyatakan sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan NKRI, baik dari sisi ekonomi maupun kehadiran Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.(Tim)

Sumber : Lanal Kendari
Redaksi/Publizher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!