SOPPENG, INDEKS – Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menghadiri puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di GOR David Toni, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Bupati menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memperkuat sektor pertanian dan perikanan melalui pemanfaatan teknologi serta inovasi guna mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
PENAS XVII yang mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional” menjadi ajang konsolidasi nasional bagi petani, nelayan, penyuluh, akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah dari seluruh Indonesia untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, serta memperkenalkan berbagai inovasi di sektor pangan.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Suwardi didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng H. Asis Dahlan bersama 45 anggota kontingen Kabupaten Soppeng yang terdiri atas petani, nelayan, penyuluh, dan pendamping dari perangkat daerah.
Rangkaian PENAS XVII berlangsung sejak 21 Juni 2026 dengan berbagai agenda strategis, di antaranya temu teknologi, pameran pembangunan, temu usaha agribisnis, temu profesi, studi banding, hingga gelar seni budaya. Seluruh kegiatan menjadi sarana pembelajaran sekaligus kolaborasi dalam mendorong transformasi sektor pertanian dan perikanan.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa PENAS XVII diikuti sekitar 50 ribu peserta dari 38 provinsi serta ratusan kabupaten dan kota di Indonesia. Tingginya partisipasi tersebut, menurutnya, mencerminkan besarnya harapan masyarakat terhadap kemajuan sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Ia juga mengapresiasi dukungan Presiden RI Prabowo Subianto terhadap pembangunan sektor pangan melalui berbagai kebijakan strategis yang berpihak kepada petani dan nelayan. Menurutnya, transformasi teknologi menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing pertanian Indonesia.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya menyampaikan penghargaan kepada seluruh petani dan nelayan Indonesia yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Presiden menegaskan pemerintah akan terus memperkuat sektor pangan melalui program yang berorientasi pada peningkatan produksi, kesejahteraan petani dan nelayan, serta penguatan ketahanan pangan.
Presiden juga menyatakan optimistis Indonesia semakin dekat menuju swasembada pangan, ditandai dengan meningkatnya produksi sejumlah komoditas strategis seperti beras dan jagung yang merupakan hasil kerja keras petani, nelayan, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Usai mengikuti kegiatan, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa keikutsertaan Kabupaten Soppeng dalam PENAS XVII merupakan kesempatan strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperluas kerja sama, serta menyerap inovasi yang dapat diterapkan dalam pembangunan pertanian dan perikanan di daerah.
“Pemanfaatan teknologi dan inovasi merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari untuk menjawab tantangan sektor pertanian saat ini. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Soppeng akan terus mendorong pengembangan pertanian modern yang produktif, efisien, dan berkelanjutan melalui peningkatan kualitas SDM, penguatan kelembagaan petani, serta penerapan teknologi tepat guna,” ujar Suwardi.
Ia berharap seluruh peserta dari Kabupaten Soppeng dapat membawa pulang wawasan, pengalaman, dan inovasi baru yang mampu diterapkan di daerah sehingga produktivitas pertanian dan perikanan terus meningkat serta berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Keikutsertaan Kabupaten Soppeng dalam PENAS XVII 2026 diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, petani, nelayan, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan sektor pertanian dan perikanan yang maju, mandiri, berdaya saing, serta berkontribusi terhadap tercapainya swasembada pangan nasional.
Editor/Publisher: Andi Jumawi
















