MAKASSAR, INDEKS.co.id — Laut Makassar menjadi saksi sebuah peristiwa yang sarat nostalgia dan kebersamaan. Di atas geladak Kapal Phinisi, puluhan alumni SMA Negeri 8 (Smandel) Makassar angkatan 1996 kembali merajut tali silaturahmi yang telah terbentang selama tiga dekade.
Sabtu (12/9/2026) sore hingga malam, para alumni Smandel 96 menggelar pengukuhan pengurus sekaligus temu kangen dalam suasana yang berbeda dan penuh kesan.
Kapal Phinisi yang mengarungi perairan Makassar menjadi panggung istimewa bagi para alumnus untuk kembali mengenang masa-masa sekolah. Panorama laut, semburat matahari terbenam, hingga suasana malam di tengah perairan menghadirkan atmosfer hangat yang mempertemukan kembali sahabat-sahabat lama setelah puluhan tahun berpisah.
Momentum utama ditandai dengan pengukuhan pengurus Alumni Smandel 96 Makassar.
Ronny Narra, S.T., M.M. resmi dikukuhkan sebagai Ketua Alumni Smandel 96 oleh Ketua Umum IKA Smandel, Dr. Syahrul Juaksa Subuki, S.H., M.H., yang diwakili Andi Rusmiaty Rustham, S.T.
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di atas geladak kapal dan disaksikan puluhan alumni yang hadir dari berbagai daerah.
Bukan sekadar seremoni, pengukuhan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali ikatan persaudaraan sekaligus membangun organisasi alumni yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi almamater dan masyarakat.
Dukungan terhadap kepengurusan baru juga ditunjukkan IKA Smandel melalui penyerahan bantuan dana secara simbolis kepada pengurus Alumni Smandel 96.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi stimulan bagi pengurus untuk menjalankan berbagai program, terutama kegiatan sosial, penguatan silaturahmi, serta agenda yang memberikan manfaat bagi anggota dan almamater.
Dalam sambutannya yang disampaikan melalui Andi Rusmiaty Rustham, Ketua Umum IKA Smandel, Dr. Syahrul Juaksa Subuki, menekankan pentingnya menjaga kebersamaan di antara para alumni.
Ikatan alumni, kata dia, tidak semestinya hanya menjadi ruang untuk bernostalgia, tetapi juga harus mampu menjadi wadah untuk membangun kepedulian dan menghadirkan kontribusi nyata.
Sementara itu, Ronny Narra menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan IKA Smandel. Termasuk bantuan dana yang diserahkan kepada kepengurusan Alumni Smandel 96.
Menurutnya, amanah tersebut akan menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi sekaligus menyusun program kerja yang memberikan manfaat bagi anggota, almamater, dan masyarakat.
“Kepercayaan ini merupakan amanah yang harus kami jalankan bersama. Semoga kepengurusan Alumni Smandel 96 dapat semakin mempererat persaudaraan dan menghadirkan program-program yang bermanfaat,” ujar Ronny.
Usai prosesi pengukuhan, suasana berubah semakin cair. Para alumni larut dalam ramah tamah dan temu kangen, menikmati hidangan sambil bertukar cerita tentang perjalanan hidup masing-masing setelah meninggalkan bangku SMA.
Tawa, canda dan kenangan masa sekolah kembali hadir di antara mereka. Puluhan tahun ternyata tidak menghapus kedekatan yang pernah terbangun di masa remaja.
Kemeriahan semakin lengkap dengan hiburan musik dan sesi foto bersama. Di bawah langit malam Makassar, Kapal Phinisi seolah menjadi saksi bagaimana persahabatan lama kembali menemukan ruangnya.
Pemilihan Kapal Phinisi sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Selain menghadirkan pengalaman yang berbeda, kapal tradisional khas Sulawesi Selatan itu memberikan nuansa elegan sekaligus simbolis.
Phinisi menjadi representasi perjalanan—sebuah perjalanan panjang para alumni sejak meninggalkan bangku sekolah hingga kembali dipertemukan dalam satu ikatan persaudaraan.
Pengukuhan pengurus Alumni Smandel 96 Makassar diharapkan menjadi awal dari babak baru organisasi di bawah kepemimpinan Ronny Narra.
Bukan hanya menjaga kenangan masa lalu, tetapi juga membawa semangat kebersamaan tersebut menjadi energi untuk berbuat lebih banyak bagi almamater SMA Negeri 8 Makassar, sesama alumni, dan masyarakat luas.
Sebab, pada akhirnya, alumni bukan sekadar tentang siapa yang pernah duduk di ruang kelas yang sama.
Alumni adalah tentang persaudaraan yang tetap hidup, meski waktu telah membawa setiap orang menempuh jalan kehidupan yang berbeda.(Selly)
Editor/Publisher: Andi Jumawi
















