JAKARTANasionalPENDIDIKANPRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO

Presiden Prabowo Tegaskan Biaya Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Harus Gratis

64
×

Presiden Prabowo Tegaskan Biaya Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Harus Gratis

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

JAKARTA, INDEKS.co.id — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Pemerintah, kata Prabowo, akan membahas langkah mewujudkan pendidikan gratis pada satuan pendidikan negeri, mulai tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan akan segera menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas kebijakan pendidikan tersebut.

“Saya sangat setuju. Saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, akses pendidikan yang luas merupakan bagian penting dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.

Senada dengan Prabowo, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menilai pendidikan memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda sebagai pemimpin masa depan.

Menurut Zulhas, generasi muda perlu memperoleh pendidikan yang mampu membentuk manusia unggul, cerdas, inovatif, kreatif, dan mandiri, sekaligus memiliki integritas serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.

“Generasi yang mencintai bangsa dan negaranya, generasi yang memiliki integritas pribadi yang kuat, mereka adalah pemilik masa depan,” kata Zulhas.

Ia menegaskan pendidikan berkualitas harus dapat diakses seluruh masyarakat tanpa diskriminasi, termasuk oleh anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun mereka yang berada di luar kota-kota besar.

“Pendidikan berkualitas tidak boleh menjadi kemewahan. Tidak boleh hanya menjadi milik mereka yang lahir di kota-kota besar, atau keluarga yang mampu saja. Tidak boleh ada diskriminasi dalam pendidikan. Pendidikan adalah hak untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Zulhas juga menyatakan dukungan terhadap program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Transformasi. Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan pendidikan sekaligus mendorong anak muda Indonesia menjadi pelaku perubahan.

“Kami ingin anak muda Indonesia tidak hanya menjadi penonton perubahan dunia, mereka harus menjadi pelakunya, muda, berdaya, dan mengubah Indonesia,” tandasnya.(BPMI Setpres)

Redaksi/Publizher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!