DaerahKabupaten Soppeng

Mantapkan Sektor Pertanian, Pemkab Soppeng Gelar Focus Group Discussion

289
×

Mantapkan Sektor Pertanian, Pemkab Soppeng Gelar Focus Group Discussion

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

SOPPENG (INDEKS) — Pemerintah Kabupaten Soppeng terus memantapkan langkah pengembangan sektor pertanian melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) terkait Survey Investigasi Desain (SID) optimalisasi lahan nonrawa. Kegiatan tersebut digelar pada Rabu (25/3/2026) di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Soppeng.

FGD dipimpin langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, dan melibatkan berbagai pihak terkait, di antaranya tim ahli dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin yang dipimpin Andang Suryana Soma, PT PLN (Persero) Cabang Soppeng, serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng.

Dalam arahannya, Bupati Soppeng menegaskan pentingnya keselarasan antara program pemerintah daerah dan kebijakan pemerintah pusat, khususnya program yang berasal dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara seluruh pihak akan mempercepat realisasi program sekaligus memberikan dampak nyata bagi para petani.

Salah satu program strategis yang menjadi perhatian adalah pengembangan listrik masuk sawah. Program tersebut dinilai mampu menjadi solusi atas keterbatasan sumber air, terutama saat musim tanam, melalui pemanfaatan sistem pompanisasi berbasis listrik.

“Inisiatif ini diharapkan mampu membantu petani dalam mengatasi persoalan irigasi, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan air,” ujar Suwardi Haseng.

Ia menambahkan, perencanaan yang matang sangat diperlukan agar program tersebut benar-benar menjawab kebutuhan petani di lapangan.

“Pemerintah pusat berencana menggelontorkan anggaran sekitar Rp67 miliar untuk mendukung program optimasi lahan (OPLAH) tahun ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penyusun SID, Andang Suryana, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan akan berbasis pada potensi wilayah serta kebutuhan riil kelompok tani. Data calon petani dan calon lokasi (CPCL) yang telah dihimpun menjadi acuan utama agar program berjalan tepat sasaran.

Di sisi lain, pihak PT PLN (Persero) Cabang Soppeng menyatakan komitmennya dalam mendukung penyediaan jaringan listrik guna menunjang implementasi program, termasuk mendukung sistem pertanian modern berbasis energi.(Tim)

Redaksi/Publizher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!