DaerahKabupaten SoppengNasional

Produktivitas Padi Soppeng Melonjak, Uji Terap Sistem Arkansas Tembus 10,4 Ton per Hektare

70
×

Produktivitas Padi Soppeng Melonjak, Uji Terap Sistem Arkansas Tembus 10,4 Ton per Hektare

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

Sabtu 27 Juni 2026

SOPPENG, INDEKS– Sektor pertanian di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, terus menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2026. Melalui program modernisasi pertanian, produktivitas padi mengalami peningkatan signifikan, bahkan mampu melampaui capaian rata-rata produksi di wilayah tersebut.

Hasil uji terap varietas padi dalam kegiatan modernisasi budidaya dengan adaptasi Sistem Arkansas mencatat produktivitas yang sangat tinggi. Varietas Inpago 8 menghasilkan sekitar 9,7 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare, sementara varietas Inpago 12 mampu mencapai 10,4 ton GKP per hektare.

Capaian tersebut jauh di atas rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Soppeng yang selama ini berkisar antara 5 hingga 6 ton GKP per hektare. Hasil tersebut menjadi indikator bahwa penerapan teknologi budidaya modern dan penggunaan varietas unggul mampu meningkatkan efisiensi sekaligus hasil produksi petani.

Keberhasilan ini memperkuat posisi Kabupaten Soppeng sebagai salah satu daerah penyangga produksi pangan di Sulawesi Selatan. Modernisasi pertanian yang terus dikembangkan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendukung target swasembada pangan nasional.

Secara regional, tren produksi padi di Provinsi Sulawesi Selatan juga menunjukkan perkembangan yang positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi pada semester I tahun 2026 tetap stabil dengan kecenderungan meningkat, sehingga semakin mengukuhkan peran Sulawesi Selatan sebagai salah satu lumbung beras nasional.

Sementara itu, publikasi resmi Kabupaten Soppeng Dalam Angka 2026 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng menjadi rujukan utama dalam memantau perkembangan statistik sektoral, termasuk luas panen, produktivitas, produksi padi, dan neraca pangan daerah secara akurat.

Dengan capaian produktivitas yang terus meningkat melalui inovasi budidaya dan modernisasi pertanian, Kabupaten Soppeng optimistis mampu mempertahankan tren positif produksi padi sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap ketahanan pangan Provinsi Sulawesi Selatan maupun Indonesia.

Hal tersebut dapat terwujud karena inovasi cerdas dari pemerintah kabupaten Soppeng di era kepemimpinan Suwardi Haseng berupa listrik masuk sawah yang turut mendukung pompanisasi sumur bor di sawah. Selain itu perjuangan Suwardi Haseng sehingga Kementerian Pertanian terus memberikan dukungan untuk daerah ini.

Program Irigasi Perpipaan dan Sumur Bor 2026: Kementan RI menetapkan petunjuk teknis untuk kegiatan irigasi perpipaan Kementerian Pertanian. Di Soppeng, pemerintah daerah bahkan tengah merealisasikan pembangunan sekitar 1.500 titik sumur bor yang terintegrasi dengan program listrik masuk sawah untuk mendukung kelompok tani Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Program Optimalisasi Lahan Pertanian (PM-AAS) 2025-2026: Soppeng menjadi salah satu dari empat kabupaten di Sulawesi Selatan yang terpilih menerima program ini. Cakupan lahannya meningkat signifikan dari 5 hektar pada 2025 menjadi 120 hektar pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Sebelumnya, Kementan juga telah menyalurkan ratusan unit pompa air (pompanisasi) Pemerintah Kabupaten Soppeng serta bantuan peralatan kepada 19 Brigade Pangan dan petani milenial di wilayah seperti Kecamatan Donri-Donri, Marioriawa, Lilirilau, dan Ganra Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Ini semua sebagai bukti keseriusan dan kinerja keras dari pemkab Soppeng dibawah kepemimpinan Suwardi Haseng. Tak bisa dipungkiri, saat ini Petani di Soppeng sudah bisa berpenghasilan jauh lebih tinggi karena manfaat dari pompanisasi dari sumur bor, listrik masuk sawah tersebut sudah sangat membantu menangani kekurangan air disaat petani membutuhkan untuk mengairi sawahnya.(Tim

Editor/Publizher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!