BGNJAKARTAMBGNasional

Bos BGN Ungkap Penyesuaian Program MBG Usai Anggaran Dipangkas Jadi Rp268 Triliun

92
×

Bos BGN Ungkap Penyesuaian Program MBG Usai Anggaran Dipangkas Jadi Rp268 Triliun

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

JAKARTA (INDEKS) — Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan sejumlah penyesuaian dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah anggarannya dipangkas menjadi Rp268 triliun pada 2026.

BACA JUGA :

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan, salah satu perubahan utama adalah pengurangan layanan MBG untuk siswa sekolah dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan. Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah.

“Sejak adanya krisis global terutama gejolak di Selat Hormuz telah dilakukan konsolidasi sesuai arahan Presiden dengan langkah penghematan,” ujar Dadan, Jumat (22/5/2026).

Dadan menjelaskan, pengurangan hari layanan berlaku untuk sebagian besar sekolah. Namun, pengecualian diberikan bagi sekolah yang tetap menjalankan pembelajaran enam hari, termasuk sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi.

BACA JUGA :

Selain itu, layanan MBG saat hari libur sekolah hanya diberikan kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

“Pelayanan di hari libur sekolah hanya untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita,” katanya.

BGN menyebut total pagu anggaran 2026 mencapai Rp268 triliun, dengan sekitar Rp67 triliun dialokasikan sebagai dana cadangan melalui Dana Alokasi Umum (DAU).

Meski terjadi penyesuaian anggaran, nilai bahan baku makanan per porsi tetap dipertahankan sebesar Rp10 ribu dengan sistem at cost, menyesuaikan indeks kemahalan daerah.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyebutkan anggaran MBG dipangkas dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun untuk meningkatkan efisiensi dan tata kelola program.

BACA JUGA :

Hingga 30 April 2026, realisasi anggaran MBG tercatat mencapai Rp75 triliun atau sekitar 22,4 persen, dengan jangkauan 61,96 juta penerima dan dukungan 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Pemerintah menegaskan akan terus melakukan perbaikan manajemen dan evaluasi pelaksanaan program agar lebih efektif dan tepat sasaran.(Tim/CNN)

Redaksi/Publizher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!