MAKASSARNasionalSULAWESI SELATAN

Pemprov Sulsel Pastikan Pembangunan Jalan Sabbang–Tallang–Seko Dimulai April 2026

50
×

Pemprov Sulsel Pastikan Pembangunan Jalan Sabbang–Tallang–Seko Dimulai April 2026

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

Sabtu 27 Maret 2026

MAKASSAR (INDEKS) — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dibawah kepemimpinan Gubernur – Wakil Gubernur Andi Sudirman dan Fatmawati Rusdi memastikan pembangunan ruas jalan Sabbang–Tallang menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, mulai berjalan efektif pada April 2026 sebagai bagian dari upaya membuka keterisolasian wilayah pegunungan tersebut.

Proyek strategis ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara Pemprov Sulsel dan Kementerian Pekerjaan Umum dengan total anggaran mencapai Rp68 miliar, terdiri atas Rp48 miliar dari pemerintah pusat dan Rp20 miliar dari pemerintah provinsi.

Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel, Muhammad Rosyadi, di Makassar, Sabtu, mengatakan saat ini paket pekerjaan dari Pemprov Sulsel masih dalam tahap penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).

“Rencana kontrak efektif mulai awal April 2026,” ujarnya.

Ia menjelaskan, paket pekerjaan dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan telah lebih dulu berkontrak sejak 19 Desember 2025 dan kini sudah mulai dikerjakan di lapangan.

Menurut dia, pembangunan jalan ini difokuskan pada peningkatan kualitas jalan eksisting serta penanganan titik-titik longsor yang selama ini menjadi kendala utama akses menuju Seko.

“Untuk pekerjaan Pemprov, difokuskan pada penanganan longsor, sementara Kementerian PU menangani peningkatan jalan eksisting. Penanganan dilakukan pada segmen yang berbeda,” katanya.

Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan jalan beraspal, pengerukan material longsoran, serta penanganan tebing rawan longsor secara bertahap. Selain itu, terdapat opsi pengalihan trase pada beberapa titik untuk meningkatkan keamanan dan kelayakan jalan.

Sebelumnya, Pemprov Sulsel telah melakukan intervensi awal melalui pembukaan akses sepanjang 15,45 kilometer dengan skema Instruksi Jalan Daerah (IJD).

Ruas Sabbang–Tallang–Seko selama ini dikenal sebagai jalur ekstrem dengan kondisi jalan berlumpur, berbatu, dan sebagian masih menggunakan jembatan kayu, sehingga menyulitkan mobilitas warga dan distribusi logistik.

Pemerintah menargetkan progres fisik proyek ini mencapai 100 persen pada tahun anggaran 2026, sementara keterhubungan penuh hingga wilayah Seko direncanakan terealisasi secara bertahap hingga 2027.

Rosyadi menegaskan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah terus dilakukan guna memastikan kelancaran pekerjaan di lapangan.

Dengan terbukanya akses jalan tersebut, diharapkan distribusi barang dan jasa semakin lancar serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan Luwu Utara.(Tim)

Redaksi/Publizher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!