SOPPENG, INDEKS– Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) secara resmi memulai Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui pencacahan perdana terhadap Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati pada Senin (15/6/2026).
Kegiatan pendataan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Soppeng, Muhammad Rismat, sebagai bagian dari pelaksanaan program nasional yang bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan aktivitas ekonomi masyarakat di seluruh Indonesia. Pelaksanaan pencacahan perdana ini juga menandai dimulainya kegiatan pendataan lapangan secara serentak di wilayah Kabupaten Soppeng.
Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis dalam menyediakan data dasar yang akurat dan komprehensif terkait berbagai sektor usaha serta aktivitas ekonomi masyarakat. Data yang dihimpun akan menjadi landasan penting bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan, memperkuat perencanaan ekonomi, serta meningkatkan efektivitas program pemberdayaan masyarakat dan dunia usaha.
Keterlibatan langsung Bupati Soppeng sebagai responden pertama mencerminkan dukungan nyata terhadap pelaksanaan sensus sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada petugas sensus.
Sebelumnya, BPS Kabupaten Soppeng telah melaksanakan pencanangan kegiatan lapangan Sensus Ekonomi 2026 melalui acara pelepasan petugas sensus yang diselenggarakan di Hotel Grand Saota, Soppeng, pada 11 Juni 2026. Pendataan secara door-to-door dijadwalkan berlangsung selama lebih dari dua bulan, yakni mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Kepala BPS Kabupaten Soppeng, Muhammad Rismat, menjelaskan bahwa sebanyak 243 petugas lapangan telah disiapkan untuk menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Soppeng. Seluruh petugas tersebut telah mengikuti pelatihan teknis guna memastikan kualitas, konsistensi, dan akurasi data yang dikumpulkan selama proses pendataan.
“Para petugas telah dibekali pelatihan dan pemahaman teknis yang memadai agar pelaksanaan sensus berjalan sesuai standar serta menghasilkan data yang berkualitas,” ujarnya.
Di tingkat provinsi, BPS Sulawesi Selatan mengerahkan sebanyak 8.776 petugas lapangan yang akan bertugas di seluruh kabupaten dan kota guna mendukung keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Pada kesempatan sebelumnya saat pencanangan SE2026, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menegaskan bahwa kualitas pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas data yang dimiliki pemerintah.
“Data akurat adalah fondasi pembangunan. Pembangunan yang baik harus didukung data yang valid agar pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam memberikan data yang benar merupakan kontribusi penting dalam mendukung penyusunan kebijakan publik yang efektif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat Kabupaten Soppeng untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima petugas sensus serta memberikan informasi yang jujur dan akurat.
Dengan tersedianya data ekonomi yang lengkap, akurat, dan terpercaya, pemerintah diharapkan dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat sektor usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan di masa mendatang.(Tim/Zul)
Editor/Publizher : Andi Jumawi
















