KAB.SOPPENGNasional

Harga Sembako Jelang Idul Adha 1447 H: Belanja Bijak, Pedagang Jujur, Pemerintah Harus Hadir

122
×

Harga Sembako Jelang Idul Adha 1447 H: Belanja Bijak, Pedagang Jujur, Pemerintah Harus Hadir

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

SOPPENG _ INDEKS.CO.ID –– Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah 2026 M, masyarakat kembali dihadapkan pada fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun, yakni kenaikan harga kebutuhan pokok atau sembako di sejumlah pasar tradisional maupun pasar modern. Mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur, cabai, bawang hingga daging, perlahan mengalami lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian bersama. Di tengah kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi menjelang hari besar keagamaan, stabilitas harga menjadi hal penting agar seluruh warga dapat merasakan suasana Idul Adha dengan tenang dan penuh kebahagiaan.

Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja. Membeli kebutuhan sesuai keperluan jauh lebih baik dibanding melakukan pembelian secara berlebihan atau menimbun sembako di rumah. Selain dapat memicu kelangkaan barang di pasaran, tindakan panic buying juga berpotensi membuat harga semakin melonjak sehingga memberatkan masyarakat lain, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah.

BACA JUGA :

Idul Adha sejatinya mengajarkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan kesederhanaan. Karena itu, semangat berbagi dan saling memahami kondisi sesama harus menjadi prioritas dibanding perilaku konsumtif yang tidak terkendali.

Di sisi lain, para pedagang juga diharapkan tetap mengedepankan rasa kemanusiaan dan tanggung jawab sosial. Momentum hari raya jangan dijadikan kesempatan untuk meraup keuntungan secara berlebihan dengan menaikkan harga di luar batas kewajaran. Keuntungan yang wajar tentu diperbolehkan, namun stabilitas harga tetap harus dijaga agar daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.

Pedagang yang jujur dan menjaga harga tetap stabil justru akan mendapatkan kepercayaan masyarakat dalam jangka panjang. Sebab, hubungan antara penjual dan pembeli bukan sekadar transaksi ekonomi, tetapi juga bagian dari solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Pemerintah pun dituntut hadir secara nyata dalam mengantisipasi gejolak harga sembako menjelang Idul Adha. Langkah-langkah pengendalian tidak cukup hanya melalui pelaksanaan bazar murah, pasar murah atau operasi pasar, tetapi juga harus dibarengi dengan pengawasan ketat di lapangan.

Inspeksi mendadak (sidak) ke pasar rakyat, pasar tradisional, distributor, gudang penyimpanan hingga pasar modern perlu dilakukan secara rutin untuk memastikan tidak terjadi penimbunan barang maupun permainan harga oleh oknum tertentu. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga harus aktif memantau distribusi barang agar pasokan tetap lancar dan tidak mengalami hambatan.

Selain itu, koordinasi dengan aparat penegak hukum dan lembaga pengawasan perdagangan perlu diperkuat untuk menindak tegas pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan momentum hari raya demi keuntungan pribadi dengan merugikan masyarakat luas.

Menjelang Idul Adha 1447 H, semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama.

Soppeng 23 Mei 2026

Penulis : Andi Jumawi
Ketua PWI Kabupaten Soppeng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!