Konawe Selatan (INDEKS) — Pemerintah Desa Potuho Jaya, Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, berhasil merealisasikan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap I tahun anggaran 2026 kepada 14 keluarga penerima manfaat (KPM).

Kepala Desa Potuho Jaya, Sarto, saat ditemui di kediamannya, Selasa (21/4/2026), menjelaskan bahwa penyaluran BLT-DD tahap I tersebut mencakup periode Januari hingga April 2026.
“Penyaluran dilaksanakan pada Senin (20/4) di Balai Pertemuan Desa Potuho Jaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses penyaluran dipimpin oleh Sekretaris Desa karena dirinya menghadiri rapat dinas di Kecamatan Lalembuu. Kegiatan tersebut turut dihadiri Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping lokal desa, serta para KPM.

Pada tahap I ini, masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp150.000 per bulan selama empat bulan, sehingga total yang diterima setiap KPM mencapai Rp600.000. Bantuan tersebut menyasar masyarakat kurang mampu, termasuk janda lanjut usia.
Sarto menjelaskan, total alokasi Dana Desa Potuho Jaya tahun 2026 mencapai Rp260 juta. Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk BLT-DD, tetapi juga dialokasikan untuk pembayaran kader posyandu dan pospindu, honor guru PAUD, tokoh agama dan adat, pembayaran BPJS Ketenagakerjaan, pengadaan seragam sekolah, pembelian obat dan alat kesehatan desa, operasional desa sebesar tiga persen, serta pembangunan fisik berupa jembatan semi permanen.
Namun demikian, ia mengungkapkan adanya pengurangan dana desa pada tahun ini akibat pengalihan anggaran untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang mencapai sekitar Rp400 juta.
“Kami menyesuaikan kegiatan desa dengan anggaran yang tersedia sesuai APBDes,” katanya.
Lebih lanjut, Pemerintah Desa Potuho Jaya berharap program Kopdes Merah Putih dapat segera direalisasikan di wilayahnya. Hingga saat ini, program tersebut belum berjalan karena terkendala pengadaan lahan untuk pembangunan fisik.
“Kami berharap ada perhatian dari pihak terkait agar kendala pengadaan lahan ini dapat segera ditemukan solusinya, sehingga pembangunan Kopdes Merah Putih bisa terealisasi dan berjalan efektif sesuai mekanisme,” ujar Sarto.(Adriana)
Redaksi/Publizher : Andi Jumawi
















