SOPPENG, INDEKS.co.id – Momen tak biasa mewarnai prosesi wisuda Universitas Lamappapoleonro (Unipol) Soppeng. Di hadapan 447 wisudawan, Bupati Soppeng Suwardi Haseng menyampaikan pernyataan yang sontak mengundang perhatian dan membuat suasana ruangan riuh.
Dalam sambutannya, Suwardi tidak hanya menyampaikan pesan kepada para wisudawan. Ia juga secara terbuka menyebut Ketua DPC PDIP Soppeng, Andi Mapparemma, sebagai sahabat sekaligus rival politik yang dinilainya berat.
Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dari para wisudawan yang memenuhi ruangan.

Suwardi juga memberikan sapaan khusus kepada Rektor Unipol, Dr. Hj. Andi Adawiah, yang disebutnya sebagai rival sepadan.
Namun, suasana semakin hangat ketika Suwardi mengungkap sebuah cerita yang selama ini disebutnya jarang diketahui publik. Ia mengaku menyimpan cerita tersebut cukup lama dan memilih menyampaikannya secara terbuka di hadapan publik dalam momentum wisuda Unipol.
“Tak banyak yang tahu, saya dengan Andi Mapparemma punya kesepakatan sebelum bertarung, bahwa siapapun yang menang harus saling mendukung,” ujar Suwardi.
Menurut Suwardi, kesepakatan itu terjalin sebelum dirinya dan Andi Mapparemma berhadapan dalam kontestasi politik.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa komunikasi keduanya tetap berlangsung secara intensif selama proses Pilkada.
“Selama proses Pilkada saya intens bertemu sebenarnya,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen yang menarik perhatian dalam rangkaian wisuda Unipol. Di tengah suasana akademik dan kebahagiaan para wisudawan, pengungkapan Suwardi memperlihatkan sisi lain hubungan politik yang selama ini mungkin tidak banyak diketahui masyarakat.
Bagi Suwardi, rivalitas dalam kontestasi politik tidak harus menghapus hubungan persahabatan maupun komitmen untuk tetap saling mendukung setelah proses politik berakhir.
Tepuk tangan para wisudawan pun kembali menggema, mengiringi pernyataan Bupati Soppeng tersebut.(Tim)
Editor/Publizher : Andi Jumawi
















