Kamis 3 September 2026
JAKARTA, INDEKS.co.id — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memetakan potensi dan ekosistem wisata _wellness_ (kebugaran) sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di pasar global sekaligus mendorong pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Asosiasi SPA Indonesia (ASPI), Perkumpulan Pengelola Klinik Kecantikan dan Estetika Indonesia (PRASTIKA), Perhimpunan Pengusaha Pusat Kebugaran Indonesia (PPPKI), Bali Spa & Wellness Association (BSWA), serta pelaku usaha di bidang wisata _wellness_.
Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar Rizki Handayani saat membuka Rapat Koordinasi dan Identifikasi Peluang Pengembangan Wisata _Wellness_ Indonesia di Ruang Belajar Alex Tilaar, Jakarta, Kamis (3/9/2026), mengatakan industri _wellness_ terus berkembang dan memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kekuatan pariwisata Indonesia.
Oleh karena itu, Kemenpar menjadikan wisata _wellness_ sebagai salah satu program unggulan untuk mendukung pengembangan pariwisata berkualitas. Namun, pengembangannya membutuhkan ekosistem yang dibangun secara komprehensif, terintegrasi, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Kita melihat ekosistem ini belum kita bangun secara luas,” ujar Rizki.
Sebagai salah satu langkah awal, Kemenpar tengah menyusun katalog usaha _wellness_ Indonesia yang nantinya akan diintegrasikan ke dalam basis data Indonesia Travel. Katalog tersebut diharapkan memudahkan wisatawan memperoleh informasi mengenai produk dan layanan usaha _wellness_ di berbagai daerah secara mudah dan akurat.
Penyusunan katalog sekaligus menjadi bagian dari upaya memetakan potensi wisata _wellness_ Indonesia, mulai dari produk, layanan, hingga pelaku usaha yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman perjalanan wisatawan.
“Untuk itu, kami mengharapkan dukungan serta komitmen dari seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan program ini. Kami juga memohon kesediaan Bapak dan Ibu untuk memberikan data, informasi, serta akses yang diperlukan selama proses pemetaan, survei lapangan, penyusunan katalog, hingga pelaksanaan temu bisnis,” kata Rizki.
Menurut Rizki, sinergi antarkementerian, pemerintah daerah, asosiasi, dan pelaku usaha menjadi salah satu kunci dalam membangun ekosistem usaha wisata _wellness_ yang kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Pengembangan wisata _wellness_ juga tidak hanya diarahkan untuk menggali potensi yang telah dimiliki Indonesia, tetapi membangun usaha _wellness_ yang terintegrasi, berkualitas, berkelanjutan, serta memiliki karakter khas Indonesia.
Selain menyusun katalog, Kemenpar akan menggandeng pelaku usaha perhotelan, perjalanan wisata, serta asosiasi penyelenggara pameran dan MICE untuk memperkuat ekosistem usaha wisata _wellness_ dari hulu hingga hilir.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menghubungkan produk dan layanan _wellness_ dengan industri pariwisata yang lebih luas sehingga dapat dikemas menjadi pengalaman perjalanan yang memiliki nilai tambah bagi wisatawan.
“_Wellness_ ini salah satu produk wisata yang memberi _enlightenment_ bagi wisatawan. Ketika mereka pulang dari Indonesia, mereka merasa tercerahkan setelah menjalani terapi atau merasakan alam Indonesia,” ujar Rizki.
Kekayaan alam, budaya, serta tradisi kebugaran yang berkembang di berbagai daerah menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadirkan pengalaman _wellness_ yang memiliki kekhasan sekaligus memperkuat diferensiasi produk pariwisata Indonesia.
Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Usaha dan Akses Permodalan Kemenpar Hanifah menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para pemangku kepentingan dalam proses pemetaan tersebut. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus mengawal pengembangan usaha wisata _wellness_ secara konsisten sehingga terbentuk ekosistem yang semakin kuat dan saling terhubung.
“Kami berharap Bapak dan Ibu dapat terus mendukung upaya pengembangan usaha wisata _wellness_ Indonesia dan bersama-sama membangun ekosistem yang semakin kuat dan saling terhubung. Sekali lagi, terima kasih atas kehadiran, partisipasi, serta masukan yang telah diberikan. Semoga pertemuan hari ini menjadi awal yang baik bagi kolaborasi kita ke depan,” ujar Hanifah.(SY)
Editor/Publisher : Andi Jumawi
















