KAB.SOPPENGNasionalOPINI

Tak Perlu Lagi “Piknik’ ke Makassar Untuk CT Scan

46
×

Tak Perlu Lagi “Piknik’ ke Makassar Untuk CT Scan

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

Kamis 3 September 2026

SOPPENG, INDEKS.co.id — Ada kabar baik dari dunia kesehatan Soppeng. Hari ini, Kamis, 3 September 2026, Bupati Soppeng Suwardi Haseng meresmikan dua fasilitas kesehatan strategis di RSUD La Temmamala: Gedung Unit Pengelolaan Darah (UPD) dan fasilitas CT Scan.

Nilainya bukan receh. Sekitar Rp17,9 miliar dialokasikan untuk menghadirkan dua fasilitas yang manfaatnya langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.

Di tengah kondisi anggaran daerah yang sedang tidak sedang baik-baik saja akibat pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat, tentu ada pertanyaan, uangnya dari mana?

Jawabannya mungkin sederhana, kalau anggaran sedang diet, bukan berarti pelayanan rakyat ikut diet.

Yang menarik, dua fasilitas ini bukan sekadar tambahan gedung dan peralatan rumah sakit. Kehadirannya membuat layanan kesehatan Soppeng selangkah lebih maju.

Dengan hadirnya UPD, urusan yang berkaitan dengan kebutuhan darah kini bisa ditangani lebih kuat di Soppeng. Masyarakat tidak lagi harus selalu berharap pada layanan dari luar daerah, apalagi harus menjadikan Makassar sebagai jawaban untuk setiap persoalan darah.

Begitu pula dengan CT Scan. Selama ini, ketika pasien membutuhkan pemeriksaan CT Scan, salah satu pilihannya adalah dirujuk atau dibawa ke Makassar. Artinya, selain menghadapi persoalan kesehatan, keluarga pasien juga harus menghadapi persoalan jarak, waktu, biaya transportasi, dan ongkos pendamping.

Sekarang ceritanya berbeda. Yang dulu harus ke Makassar, sebagian kini cukup ke Soppeng.

Ini mungkin terdengar sederhana. Tetapi bagi keluarga pasien, selisih beberapa jam perjalanan bisa sangat berarti. Apalagi ketika yang dibawa bukan sekadar koper, tetapi orang yang sedang sakit.

Di sinilah komitmen kepala daerah diuji.
Ketika ruang fiskal menyempit, pemerintah tidak punya kemewahan untuk membangun semuanya sekaligus. Maka yang harus dipilih adalah program yang paling terasa manfaatnya.

Dan kesehatan tentu bukan tempat untuk berhemat secara sembarangan.
Sebab kalau warga sakit, tidak mungkin disuruh menunggu sampai anggaran kembali gemuk.

Mungkin begitulah cara sederhana membaca pemerintahan Suwardi Haseng – Selle KS Dalle, ketika uang daerah berkurang, akal, prioritas dan keberpihakan kepada rakyat justru harus bertambah.

Sebab rakyat tidak pernah bertanya berapa besar TKD yang dipotong.

Rakyat hanya bertanya: “Kalau kami sakit, pemerintah sudah siapkan apa?”

Hari ini, Soppeng punya dua jawaban baru. Darah semakin dekat. CT Scan semakin dekat. Pelayanan kesehatan semakin dekat.

Dan yang paling penting, rakyat tidak selalu harus pergi jauh hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak.

*#nurmalMIND*

Redaksi/Publizher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!