Minggu 9 Agustus 2026
SOPPENG, INDEKS — Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, membuat kondisi lingkungan semakin kering dan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Minimnya curah hujan menyebabkan rumput, semak, dedaunan, hingga lahan menjadi lebih mudah terbakar. Kondisi tersebut membutuhkan kewaspadaan seluruh masyarakat, terutama dalam menggunakan api di sekitar rumah maupun saat beraktivitas di lahan terbuka.
Masyarakat diimbau tidak menyalakan api secara sembarangan, termasuk ketika membakar sampah atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika terpaksa menggunakan api, faktor keamanan harus menjadi perhatian utama dengan memastikan lokasi pembakaran jauh dari rumah, tumpukan bahan mudah terbakar, semak kering, serta sumber api lainnya.
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan di lingkungan rumah. Sebelum beristirahat, baik siang maupun malam hari, maupun ketika hendak meninggalkan rumah, pastikan kompor dan sumber api di dapur benar-benar telah dimatikan.
Kayu bakar atau bara yang masih menyala juga harus dipastikan padam sepenuhnya. Bagi pengguna kompor gas, regulator perlu diperiksa secara berkala. Jika tercium bau gas, jangan menyalakan api atau peralatan listrik yang dapat memicu percikan. Segera amankan sumber kebocoran dan mintalah bantuan pihak yang memiliki keahlian.
Selain itu, penggunaan peralatan listrik juga perlu diperhatikan. Peralatan yang tidak digunakan sebaiknya dimatikan dan colokannya dicabut. Kabel, steker, maupun perangkat listrik yang mengalami panas berlebih atau kerusakan jangan dibiarkan karena dapat meningkatkan risiko korsleting dan kebakaran.
Masyarakat juga diminta berhati-hati saat menggunakan obat nyamuk bakar. Hindari meletakkannya di atas bahan yang mudah terbakar seperti kertas atau plastik. Letakkan pada alas yang aman dan stabil, jauh dari tirai, pakaian, kasur, tumpukan kertas, serta jangkauan anak-anak.
Kewaspadaan sekecil apa pun dapat mencegah bencana yang lebih besar. Jangan meninggalkan api tanpa pengawasan dan segera pastikan setiap sumber api benar-benar padam setelah digunakan.
Di tengah kondisi kemarau, masyarakat juga diharapkan menggunakan air secara bijak. Gunakan air sesuai kebutuhan dan segera tutup keran setelah tidak digunakan untuk membantu menjaga ketersediaan air selama musim kering.
Kemarau bukan hanya persoalan kekurangan air, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran. Karena itu, keselamatan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Tetap waspada, bijak menggunakan api, hemat air, dan jangan pernah menganggap remeh sumber api sekecil apa pun.
Penulis : Andi Jumawi
Ketua PWI Kab.Soppeng
















