JAKARTAMBGNasional

Momentum Pembenahan Tiga Persoalan Utama Program MBG

105
×

Momentum Pembenahan Tiga Persoalan Utama Program MBG

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

Minggu 7 Juni 2026

JAKARTA, INDEKS – Perombakan jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menilai terdapat tiga persoalan utama yang perlu segera dibenahi oleh kepemimpinan baru BGN, yakni tata kelola, pengawasan, dan koordinasi lintas sektor.

Menurut Yahya, aspek pertama yang membutuhkan perhatian serius adalah tata kelola program, terutama terkait penggunaan anggaran agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

“Ada tiga hal yang perlu mendapat perhatian Kepala BGN yang baru. Pertama, perbaikan tata kelola yang berkaitan dengan penggunaan anggaran serta sistem pengelolaan program MBG,” ujar Yahya kepada wartawan, Rabu,(3/6/2026).

Persoalan kedua adalah pengawasan pelaksanaan program di lapangan. Ia menekankan pentingnya penerapan dan pengawasan secara ketat terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan BGN guna mencegah berbagai permasalahan dalam pelaksanaan program.

“Penegakan disiplin dalam pelaksanaan standar operasional harus diawasi secara ketat dan konsisten,” tegasnya.

Selain itu, Yahya menyoroti lemahnya koordinasi lintas sektor antara BGN, kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah. Menurutnya, kelemahan koordinasi tersebut turut memengaruhi efektivitas pengawasan dan pelaksanaan program.

“Salah satu kelemahan selama ini adalah kurang optimalnya koordinasi dengan kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah, terutama dalam melakukan pengawasan,” katanya.

Ia berharap kepemimpinan baru BGN dapat memperkuat sistem pengawasan sehingga berbagai insiden yang terjadi selama pelaksanaan MBG tidak kembali terulang.

“Saya berharap di bawah kepemimpinan Kepala BGN yang baru tidak terjadi lagi kasus keracunan atau zero accident dalam pelaksanaan program MBG,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan struktur pimpinan BGN. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengumumkan bahwa Dadan Hindayana diberhentikan dari jabatan Kepala BGN dan digantikan oleh Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN.

Selain Dadan, dua Wakil Kepala BGN lainnya, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, juga dicopot dari jabatannya. Presiden kemudian menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.

Prasetyo menjelaskan bahwa pergantian pimpinan tersebut merupakan hasil evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan program MBG, dengan mempertimbangkan berbagai masukan dari kementerian terkait, masyarakat, dan para penerima manfaat program.

Menurutnya, Presiden terus mencermati pelaksanaan program MBG dan menerima berbagai masukan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan Badan Gizi Nasional.(BG/YS)

Redaksi/Publizher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!