SOPPENG, INDEKS.co.id — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, tidak sekadar menjadi momentum mengenang keteladanan Rasulullah. Kegiatan tersebut dirangkai dengan penyaluran zakat kepada 670 penerima manfaat dari seluruh wilayah Kecamatan Lilirilau.
Kegiatan berlangsung di Masjid Jami Hidayatullah Salaonro, Rabu (16/9/2026), dan dihadiri Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng bersama jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para penerima zakat.
Zakat yang disalurkan melalui UPZ KUA Kecamatan Lilirilau menyasar masyarakat dari 8 desa dan 4 kelurahan.
Para penerima terdiri atas 180 imam dan wakil imam masjid, 96 pembina TPA/TPQ, 380 masyarakat tidak mampu serta siswa dan santri dari 11 madrasah, 2 muallaf, serta 12 pelaku usaha kecil dan kelompok rentan.
Dalam sambutannya, Suwardi Haseng menegaskan bahwa Maulid Nabi seharusnya menjadi momentum untuk merefleksikan sekaligus mengamalkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, salah satu keteladanan penting Rasulullah adalah kepedulian terhadap sesama, terutama terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan perlindungan.
“Beliau adalah pelindung bagi anak-anak yatim, pembela kaum dhuafa, dan teladan utama dalam mengikis jurang pemisah antara si kaya dan si miskin,” kata Suwardi.
Bupati mengatakan, rangkaian Maulid dan pendistribusian zakat tersebut menjadi contoh konkret bagaimana nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat diterjemahkan dalam kehidupan sosial.
“Maulid Nabi tidak berhenti pada pembicaraan keteladanan Nabi di atas mimbar, tetapi kita langsung mempraktikkannya melalui penyaluran hak-hak saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.
Suwardi juga menyampaikan apresiasi kepada UPZ KUA Kecamatan Lilirilau yang telah menjalankan proses mobilisasi, pengelolaan hingga pendistribusian zakat.
Apresiasi serupa disampaikan kepada para muzakki atau pembayar zakat yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk diberikan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Kepada para penerima zakat atau mustahik, Suwardi berpesan agar bantuan tersebut tidak hanya dipandang sebagai bantuan materi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang Allah SWT yang disampaikan melalui tangan sesama.
Ia pun mengajak seluruh pihak mendoakan agar para penerima manfaat zakat hari ini suatu saat mampu meningkatkan kesejahteraan dan bertransformasi menjadi muzakki, yakni orang yang menunaikan zakat.
“Terimalah zakat ini sebagai bentuk kasih sayang Allah melalui tangan sesama. Mari kita doakan bersama agar di masa depan dapat bertransformasi menjadi muzakki,” katanya.
Menurut Suwardi, semangat berbagi tersebut perlu terus diperkuat sebagai bagian dari modal sosial dalam pembangunan daerah.
Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum Maulid Nabi dan penyaluran zakat sebagai pemantik untuk memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial.
“Dengan semangat Yassisoppengi, dan kepedulian yang tinggi, kita akan memiliki fondasi yang kokoh untuk bersama-sama membangun Bumi Latemmamala yang kita cintai ini,” ujarnya.
Selain menyampaikan pesan terkait kepedulian sosial, Bupati juga memberikan apresiasi kepada pengurus Masjid Jami Hidayatullah Salaonro dan Majelis Ta’lim yang dinilai telah bekerja keras dalam menyelenggarakan kegiatan syiar Islam tersebut.
Kegiatan turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng beserta jajaran, Camat Lilirilau bersama unsur Tripika Kecamatan, Kepala KUA Kecamatan Lilirilau selaku pembina UPZ, para kepala desa dan lurah bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidik, Majelis Ta’lim, pengurus organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, serta seluruh penerima manfaat zakat.(Tim)
Editor/Publizher : Andi Jumawi
















