Minggu 6 September 2026
KONAWE SELATAN, INDEKS.co.id– Bulan berganti bulan sejak hantaman arus hujan deras merobohkan total jembatan penghubung di Desa Laikandonga, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) pada Mei 2026 lalu. Namun, hingga memasuki bulan September 2026, janji pemerintah daerah untuk menghadirkan infrastruktur yang kokoh bagi masyarakat tampaknya masih jauh dari panggang api.
Pantauan di lapangan menunjukkan rute vital yang menghubungkan Desa Laikandonga dengan Desa Wawobende (Kecamatan Landono) tersebut masih bertumpu pada jembatan darurat berbahan batang kelapa dan papan kayu.
Ironisnya, jalur logistik dan urat nadi perekonomian antar-kecamatan ini dibiarkan dalam kondisi memprihatinkan serta bertaruh nyawa setiap kali warga melintas.
Penggunaan batang kelapa sebagai penyangga utama jalan jelas bukan solusi jangka panjang. Setiap harinya, para pengendara roda dua maupun roda empat harus ekstra waspada saat melintasi struktur jembatan yang mulai melapuk dan bergeser akibat cuaca buruk. Warga setempat mulai menyuarakan kekecewaan mereka terhadap lambatnya respons pemerintah.
“Kami seperti dianaktirikan. Katanya mau langsung dibangun permanen setelah roboh, tapi sampai sekarang kami dipaksa bertaruh keselamatan lewat batang kelapa ini,” ketus salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Konawe Selatan sebelumnya mengklaim telah bergerak cepat meninjau lokasi dan merencanakan pembangunan permanen.
Namun, kritisnya pengawasan publik mempertanyakan: mengapa realisasi fisik di lapangan berjalan sangat lamban? Dokumen tender dan perencanaan di atas kertas tidak serta merta menyelesaikan kendala mobilitas warga yang terhambat setiap harinya.
Masyarakat Laikandonga Kecamatan Ranomeeto Barat kini mendesak pihak Dinas PUTR Konsel dan jajaran Pemkab Konawe Selatan untuk menghentikan retorika di media massa. Warga menuntut aksi nyata berupa percepatan pembangunan fisik jembatan secara permanen sebelum batang kelapa yang tersisa kembali runtuh dan menelan korban jiwa.(Tim)
Editor/Publizher : Andi Jumawi
















