Banjar BaruBULETIN TNIKalimantan SelatanNasional

Hercules TNI AU Kembali Mendarat di Lanud Sjamsudin Noor, Bawa 500 Koli APD untuk Penanganan Karhutla

61
×

Hercules TNI AU Kembali Mendarat di Lanud Sjamsudin Noor, Bawa 500 Koli APD untuk Penanganan Karhutla

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

BANJARBARU, INDEKS.co.id — Dukungan logistik TNI Angkatan Udara untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan kembali diperkuat. Pesawat Hercules TNI AU A-1328 mendarat di Apron Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, Sabtu (5/9/2026), dengan membawa ratusan alat pelindung diri (APD) dan masker bagi personel yang terlibat dalam operasi di lapangan.

Pesawat tersebut mengangkut 500 koli APD bantuan Kementerian Pertahanan RI serta dua koli masker dari Pusat Kesehatan (Puskes) TNI AU.

Setibanya di Lanud Sjamsudin Noor, seluruh bantuan langsung diterima dan dipersiapkan untuk didistribusikan guna memenuhi kebutuhan personel yang bertugas dalam penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

Ketersediaan APD dan masker dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung operasi, mengingat personel di lapangan menghadapi berbagai risiko, mulai dari paparan asap, suhu panas, hingga kondisi medan yang sulit.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., menegaskan keselamatan dan kesehatan personel harus menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas penanganan karhutla.

“Dukungan APD dan masker ini sangat penting untuk melindungi personel yang berada di lapangan, sehingga tugas dapat dilaksanakan secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan,” ujarnya.

Menurut Hilman, Lanud Sjamsudin Noor juga akan terus memastikan dukungan transportasi udara, penerimaan logistik, hingga kebutuhan operasional lainnya berjalan secara optimal.

Koordinasi dengan Kementerian Pertahanan, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai unsur terkait akan terus diperkuat. Dukungan transportasi udara menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan operasi, terutama ketika kondisi di lapangan membutuhkan tambahan logistik dan perlengkapan dalam waktu cepat.

Kedatangan Hercules A-1328 menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pengerahan personel dan operasi pemadaman. Perlindungan terhadap petugas yang berada di garis depan juga menjadi bagian penting dari strategi penanganan karhutla.

Dengan dukungan logistik yang memadai, personel diharapkan dapat menjalankan tugas secara optimal sekaligus meminimalkan risiko kesehatan akibat kondisi lingkungan selama operasi berlangsung.(Tim)

Editor/Publizher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!