BULETIN TNIDaerahKab.Luwu TimurKodim 1403/Palopo

Dandim 1403/Palopo Tegaskan Sinergi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Karhutla di Luwu Timu

41
×

Dandim 1403/Palopo Tegaskan Sinergi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Karhutla di Luwu Timu

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

LUWU TIMUR, INDEKS.CO.ID — Kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta bencana alam, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), diperkuat Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Penguatan kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Kamtibmas dan Bencana Alam, khususnya pengendalian karhutla Tahun 2026, yang digelar di Lapangan Pendidikan Puncak Indah, Malili, Rabu (19/8/2026).

Apel dipimpin Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam dan dihadiri Dandim 1403/Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro bersama unsur terkait lainnya.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas dan bencana, terutama ancaman karhutla yang dapat meningkat seiring kondisi musim kemarau dan fenomena cuaca ekstrem.

Dandim 1403/Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro menegaskan, pencegahan dan penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi dan komunikasi yang kuat antarpemangku kepentingan agar setiap potensi ancaman dapat diantisipasi sejak dini.

“Dalam pencegahan dan penanganan kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, namun butuh koordinasi yang kuat untuk memudahkan gerak penanganan dan antisipasi dini,” kata Windra.

Menurut dia, seluruh unsur harus meningkatkan kewaspadaan serta mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan bencana. Kondisi cuaca yang ekstrem dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan sehingga diperlukan langkah antisipatif yang terencana.

Windra juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi setiap kemungkinan bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan bukan hanya soal kecepatan merespons ketika bencana terjadi, tetapi juga kemampuan mendeteksi potensi ancaman dan melakukan pencegahan sejak awal.

“Pada intinya upaya, antisipasi serta penanganannya harus dilakukan secara bersama-sama. Melalui kegiatan apel kesiapsiagaan kamtibmas dan kebencanaan ini diharapkan mampu meningkatkan koordinasi dan komunikasi lintas sektor agar semuanya terarah dan terukur,” ujarnya.

Ia berharap sinergi yang dibangun melalui apel tersebut dapat mempercepat respons apabila terjadi gangguan kamtibmas maupun bencana, khususnya karhutla.

“Sehingga penanganannya bisa cepat, tepat dan tuntas,” pungkasnya.

Apel kesiapsiagaan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pengendalian karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat. Kolaborasi dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk menekan risiko bencana serta menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di tengah ancaman cuaca ekstrem.(Tim)

Editor/Publizher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!