DaerahKAB.SOPPENG

Panen Perdana Padi Modern di Lajaroko, Bupati Soppeng Dorong Transformasi Pertanian dan Kesejahteraan Petani

28
×

Panen Perdana Padi Modern di Lajaroko, Bupati Soppeng Dorong Transformasi Pertanian dan Kesejahteraan Petani

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

SOPPENG, INDEKS — Hamparan sawah di Lajaroko, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, menjadi saksi dimulainya langkah baru pertanian Kabupaten Soppeng. Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng bersama Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, menghadiri panen perdana uji terap budidaya padi modern melalui Program PM-AAS (Pertanian Modern–Advance Agriculture System), Rabu (19/8/2026).

Uji terap tersebut menunjukkan hasil awal yang menjanjikan. Dari lahan sekitar 20 hektare yang dikelola Kelompok Tani Karuna, produktivitas panen mencapai kurang lebih 10 ton gabah per hektare.

Capaian itu sekaligus menjadi gambaran awal potensi penerapan teknologi dan sistem budidaya pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani di Kabupaten Soppeng.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Zainal Abidin, S.P., M.P., Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi, Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia, Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, Tim Competitive Grants (CG) ICARE BRMP Tanaman Pangan, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Soppeng.

Hadir pula Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng beserta jajaran, Camat Marioriawa dan unsur Muspika, para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Marioriawa, pimpinan dan tim PT Araindo Smart Tani, Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Soppeng, KTNA, Gapoktan, pengelola UPJA, Brigade Pangan serta kelompok tani.

Dalam kesempatan itu, turut dilakukan penyerahan bibit padi unggul varietas Inpari 32 FS kepada dua kelompok tani. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan dan perluasan penerapan budidaya padi modern di Kabupaten Soppeng.

Dari Lajaroko untuk Pertanian Masa Depan

Suwardi Haseng mengatakan, panen perdana tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan penanda bahwa transformasi pertanian di Soppeng mulai bergerak dari pola konvensional menuju sistem yang lebih modern, terukur dan adaptif.

Menurutnya, ditetapkannya Kabupaten Soppeng sebagai salah satu daerah penyelenggara Program PM-AAS membuka peluang besar bagi petani untuk memperoleh pengalaman sekaligus membuktikan manfaat penerapan teknologi pertanian modern di tingkat lapangan.

“Dengan ditetapkannya Kabupaten Soppeng sebagai salah satu kabupaten penyelenggara Program PM-AAS, telah memberi harapan besar bagi petani dan merupakan langkah nyata yang strategis dalam mendorong transformasi sistem budidaya padi di Bumi Latemmala,” kata Suwardi.

Ia menegaskan, teknologi pertanian modern tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar peningkatan produksi. Lebih dari itu, teknologi harus mampu melahirkan sistem budidaya yang efektif, efisien dan sesuai dengan karakteristik agroekosistem setempat.

Karena itu, lahan uji terap di Lajaroko diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi petani sekaligus model yang bisa direplikasi di wilayah lain.

“Dari sawah di Lajaroko ini lahir pertanian modern yang nanti bisa dicontoh daerah lain. Kita ingin suatu hari nanti orang berkata, petani Soppeng adalah petani yang siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Produksi Naik, Biaya Efisien

Bagi Pemerintah Kabupaten Soppeng, keberhasilan uji terap tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat agenda pembangunan sektor pertanian.

Suwardi berharap seluruh pihak tidak berhenti pada capaian panen perdana, tetapi melanjutkan pengembangan teknologi, memperkuat pendampingan dan memastikan petani mampu mengadopsi sistem budidaya modern secara berkelanjutan.

“Yang kita harapkan bukan hanya produksi meningkat, tetapi biaya produksi semakin efisien dan pada akhirnya pendapatan serta kesejahteraan petani ikut meningkat,” katanya.

Pemkab Soppeng, lanjut dia, berkomitmen mendukung pengembangan pertanian modern melalui penguatan kelembagaan petani, peningkatan sarana dan prasarana pertanian serta penguatan sinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan, jajaran Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian, penyuluh, kelompok tani serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan uji terap tersebut.

Kolaborasi lintas lembaga itu dinilai penting untuk memastikan modernisasi pertanian tidak berhenti sebagai proyek percontohan, tetapi berkembang menjadi gerakan yang memberi dampak nyata bagi petani.

Panen sekitar 10 ton gabah per hektare di Lajaroko pun menjadi awal. Dari hamparan sawah tersebut, Soppeng tengah menguji satu gagasan besar: bahwa modernisasi pertanian harus berujung pada produktivitas yang lebih tinggi, biaya yang lebih efisien dan kehidupan petani yang semakin sejahtera.(Tim).

Editor/Publizher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!