KAB.SOPPENGNasional

Ekonomi Soppeng Tumbuh 9,39 Persen, Masuk Lima Besar Sulsel; LSM Ingatkan Dampaknya Harus Dirasakan Masyarakat

78
×

Ekonomi Soppeng Tumbuh 9,39 Persen, Masuk Lima Besar Sulsel; LSM Ingatkan Dampaknya Harus Dirasakan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Mahmud Cambang Ketua LSM SIDIK.
Listen to this article

Rabu 10 Juni 2026

SOPPENG, INDEKS — Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Soppeng pada Triwulan I 2026 mencapai 9,39 persen, menempatkan daerah berjuluk Bumi Latemmamala itu sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), capaian tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan yang tercatat sebesar 6,88 persen maupun pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen.

Di tingkat provinsi, Soppeng berada dalam lima besar daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi bersama Kabupaten Sinjai, Kepulauan Selayar, Maros, dan Pangkep.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menyambut positif capaian tersebut dan menyebutnya sebagai hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, petani, serta seluruh elemen masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi sebesar 9,39 persen merupakan kabar baik bagi Kabupaten Soppeng. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak dan berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah mulai memberikan dampak positif,” kata Ketua LSM Sidik Mahmud Cambang, Rabu.

Menurut dia, sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah masih memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, meningkatnya aktivitas perdagangan, sektor jasa, dan pembangunan infrastruktur turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Soppeng, lanjutnya, akan terus menjaga momentum pertumbuhan tersebut melalui peningkatan produktivitas sektor unggulan, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penciptaan iklim investasi yang semakin kondusif.

“Kita tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Data BPS menunjukkan Kabupaten Sinjai menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan pada Triwulan I 2026, yakni sebesar 11,14 persen. Posisi berikutnya ditempati Kepulauan Selayar 9,83 persen, Maros 9,54 persen, Pangkep 9,47 persen, dan Soppeng 9,39 persen.

Sementara itu, sebagian besar kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan juga mencatat pertumbuhan positif di atas lima persen. Hanya Kabupaten Luwu Timur yang mengalami kontraksi ekonomi sebesar 2,31 persen pada periode yang sama.

Pengamat menilai capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Soppeng yang cukup baik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Meski demikian, Ketua LSM SIDIK, Mahmud Cambang, mengingatkan agar tingginya pertumbuhan ekonomi tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi 9,39 persen tentu patut diapresiasi. Namun yang lebih penting adalah bagaimana angka tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama petani, nelayan, pelaku UMKM, dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Mahmud di Soppeng, Rabu.

Menurut dia, indikator seperti penurunan angka kemiskinan, berkurangnya tingkat pengangguran, meningkatnya daya beli masyarakat, serta bertambahnya kesempatan kerja harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

“Jangan sampai pertumbuhan ekonomi tinggi tetapi masyarakat masih kesulitan mendapatkan pekerjaan atau pendapatannya tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Pertumbuhan harus inklusif dan dirasakan semua lapisan masyarakat,” tegasnya.

Mahmud juga mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat sektor-sektor produktif yang menjadi sumber penghidupan masyarakat, seperti pertanian, peternakan, perdagangan, dan UMKM, agar mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang mendekati dua digit pada awal tahun, Kabupaten Soppeng dinilai memiliki modal kuat untuk mempertahankan tren positif hingga akhir 2026. Pemerintah daerah diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi, memperluas investasi, meningkatkan kualitas infrastruktur, serta memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat bertransformasi menjadi kesejahteraan yang nyata bagi warga.(HW)

Editor/Publizher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!