BULETIN TNIDaerahKodim 1403/Palopo

Babinsa di Luwu Utara Buka Cukur Rambut Gratis, Sasar Pelajar hingga Petani

61
×

Babinsa di Luwu Utara Buka Cukur Rambut Gratis, Sasar Pelajar hingga Petani

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

LUWU UTARA, INDEKS.co.id — Beragam cara dilakukan prajurit TNI untuk hadir dan membantu masyarakat. Salah satunya dilakukan Serka Satriwan, Babinsa yang bertugas di Desa Lino, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Selama sekitar empat tahun, Satriwan menjalankan kegiatan cukur rambut gratis bagi masyarakat dan pelajar di wilayah binaannya. Dengan mengendarai sepeda motor sekaligus membawa perlengkapan cukur, ia menyambangi sejumlah desa, sekolah, hingga lokasi aktivitas warga.

Kegiatan tersebut biasanya dimulai sejak pagi hingga menjelang sore. Sasaran layanannya pun beragam, mulai dari pelajar sekolah dasar hingga masyarakat dan petani yang membutuhkan jasa potong rambut tanpa biaya.

Satriwan mengatakan, kegiatan tersebut berawal dari keinginannya membantu masyarakat, sekaligus menyalurkan hobinya di bidang pangkas rambut. Ia kemudian mengembangkan kegiatan itu sebagai bentuk kepedulian sosial yang dilakukannya secara rutin.

“Untuk kegiatan cukur gratis bagi masyarakat dan pelajar ini sudah sekitar empat tahun saya jalankan selama menjadi Babinsa. Setidaknya ada sekitar tiga desa yang sering saya datangi untuk melaksanakan program ini di masyarakat,” kata Satriwan, anggota Babinsa Kodim 1403/Palopo, Jumat (25/9/2026).

Tak hanya mendatangi sekolah, Satriwan juga memberikan layanan cukur gratis kepada para petani di wilayah binaannya. Pada momentum tertentu, ia bahkan menawarkan jasa tersebut di sekitar masjid setiap Jumat.

Menurut Satriwan, seluruh layanan diberikan tanpa pungutan. Biaya perawatan serta pengadaan perlengkapan cukur baru selama ini disisihkan dari penghasilannya.

“Semuanya gratis, baik itu pelajar di sekolah hingga petani dan masyarakat. Untuk servis dan membeli peralatan cukur baru, saya sisihkan dari gaji dan insentif selama ini,” ujarnya.

Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Wawan Hermanto, salah seorang orang tua siswa, mengaku terbantu dengan keberadaan layanan cukur gratis yang dilakukan Satriwan.

“Kalau tarifnya sama sekali tidak ada, alias gratis. Bahkan anak saya tidak pernah lagi cukur di pangkas rambut dan selalu menunggu Pak Babinsa untuk dicukur di sekolah. Jadi sangat terbantu bagi kami,” kata Wawan.

Selama menjalankan kegiatan tersebut, Satriwan mengaku dalam sehari dapat melayani hingga sekitar 20 orang. Layanan cukur gratis itu menjadi salah satu bentuk kepedulian sosialnya untuk membantu meringankan pengeluaran warga, khususnya mereka yang belum memiliki biaya untuk menggunakan jasa pangkas rambut.

Bagi Satriwan, kegiatan sederhana tersebut menjadi cara untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menjalankan peran Babinsa di tengah warga.(Tim)

Editor/Publisher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!