BULETIN TNIDaerahKODAM XIV/HASANUDDINKodim 1403/PalopoPALOPO

Babinsa Dampingi Petani Membuat Sumur, 39,8 Hektare Sawah di Luwu Diharapkan Dapat Ditanami Tiga Kali Setahun

41
×

Babinsa Dampingi Petani Membuat Sumur, 39,8 Hektare Sawah di Luwu Diharapkan Dapat Ditanami Tiga Kali Setahun

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

LUWU, INDEKS.co.id — Dalam upaya mengatasi keterbatasan air irigasi dan memperkuat ketahanan pangan, Babinsa Koramil 1403-07/Walenrang, Kodim 1403/Palopo, mendampingi petani membuat sumur untuk mengairi lahan persawahan di Desa Wiwitan, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Kamis, 3 September 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Kelompok Tani Berkah. Sumur itu dibuat untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan persawahan seluas sekitar 39,8 hektare yang dikelola oleh 20 petani.

Babinsa Desa Wiwitan, Peltu Suratmin, bersama Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lamasi, Sukimin, SP, MP, turut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Sumur yang dibuat merupakan sumur galian manual dengan kedalaman sekitar 15 meter. Sumber air tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan air bagi petani, terutama saat memasuki musim kemarau.

Dandim 1403/Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, S.Sos., melalui Danramil 1403-07/Walenrang Kapten Inf Illang, mengatakan keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membantu menyelesaikan persoalan masyarakat di wilayah binaan.

“Babinsa tidak hanya berperan dalam bidang keamanan, tetapi juga hadir untuk membantu masyarakat, termasuk para petani yang menghadapi kendala ketersediaan air,” kata Kapten Inf Illang, mewakili Dandim.

Menurutnya, keberadaan sumber air tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan demikian, petani diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali dalam setahun serta mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan air selama musim kemarau.

Salah seorang petani, Sucipto (60), menyambut baik pendampingan tersebut. Ia mengatakan, ketersediaan air selama ini menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petani saat musim kemarau.

“Selama ini kami kesulitan mendapatkan air saat kemarau. Dengan adanya sumur ini, kami berharap sawah tetap mendapatkan pasokan air sehingga hasil panen dapat meningkat,” ujar Sucipto.

Pembuatan sumur yang dilaksanakan pada 3 September 2026 tersebut berlangsung lancar. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan sinergi antara TNI, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Luwu.(Tim)

Editor/Publizher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!