BULETIN TNIDaerahKodim 1403/PalopoPALOPO

TNI-BNN Perkuat Perang Melawan Narkoba, 60 Prajurit Kodim Palopo Jalani Tes Urine

42
×

TNI-BNN Perkuat Perang Melawan Narkoba, 60 Prajurit Kodim Palopo Jalani Tes Urine

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

PALOPO, INDEKS.co.id — Komando Distrik Militer (Kodim) 1403/Palopo bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui penyuluhan bahaya narkoba kepada prajurit.

Kegiatan dalam rangka mendukung program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) tersebut digelar di Aula Makodim 1403/Palopo, Rabu (2/9/2026).

Selain penyuluhan, sebanyak 60 personel Kodim 1403/Palopo mengikuti tes urine secara acak sebagai bagian dari komitmen internal TNI untuk memastikan lingkungan satuan bersih dari penyalahgunaan narkotika.

Kasdim 1403/Palopo Mayor Inf Much Sukardi, S.H., mengatakan narkoba merupakan ancaman serius yang tidak hanya berdampak terhadap individu, tetapi juga dapat merusak masa depan generasi dan ketahanan bangsa.

“Narkoba tidak hanya merusak generasi muda, tapi juga merusak masa depan bangsa. Kodim 1403/Palopo berkomitmen bersinergi dengan BNN untuk melakukan pencegahan sejak dini,” kata Much Sukardi.

Menurut dia, upaya pemberantasan narkoba harus dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk keluarga, satuan, hingga masyarakat.

“Kita harus bersih dari narkoba, mulai dari keluarga, satuan, hingga lingkungan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, BNN Kota Palopo diwakili Penata Pemberantasan Narkoba, Aiptu Suriansa, sebagai narasumber.

Materi yang disampaikan mencakup pengenalan jenis-jenis narkotika, dampak penyalahgunaan terhadap kesehatan, konsekuensi hukum, hingga modus baru yang digunakan dalam peredaran narkoba di wilayah Kota Palopo.

Aiptu Suriansa menekankan bahwa penanganan persoalan narkotika membutuhkan keterlibatan lintas sektor, termasuk TNI yang memiliki jaringan kewilayahan hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Perlu peran TNI di kewilayahan untuk membantu BNN melakukan deteksi dini dan penyuluhan,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan dugaan peredaran narkotika kepada aparat berwenang.

“Jika ada yang tahu peredaran, segera laporkan. Pecandu adalah korban yang harus direhabilitasi, pengedar adalah penjahat yang harus ditindak,” katanya.

Selain penyuluhan dan tes urine, kegiatan tersebut diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab, penandatanganan deklarasi “Kodim 1403/Palopo Bersih Narkoba”, serta pembagian brosur dan leaflet mengenai bahaya narkotika.

Kasdim juga menyampaikan arahan Dandim 1403/Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, S.Sos., kepada seluruh Danramil jajaran agar kegiatan serupa segera dilaksanakan di wilayah binaan masing-masing dengan melibatkan unsur kepolisian dan pemerintah kelurahan.

“Babinsa harus menjadi garda terdepan. Kenali wilayahnya, kenali warganya. Kalau ada yang mencurigakan, segera koordinasi dengan BNN dan Polri,” pungkasnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama sebagai simbol komitmen bersama TNI dan BNN dalam memperkuat pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kota Palopo.(Tim)

Editor/Publisher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!