Daerah

MTs DDI Lenrang Soroti Kedisiplinan dan Perpindahan Siswa, Minta Pembinaan Jadi Perhatian

44
×

MTs DDI Lenrang Soroti Kedisiplinan dan Perpindahan Siswa, Minta Pembinaan Jadi Perhatian

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

SOPPENG, INDEKS — Madrasah Tsanawiyah (MTs) DDI Lenrang terus berupaya memperkuat kedisiplinan, pembinaan karakter, serta kegiatan keagamaan bagi para siswanya. Di tengah keterbatasan jumlah peserta didik, pihak madrasah menyebut berbagai program pembinaan tetap berjalan secara rutin.

Hal itu disampaikan Nurwena, keluarga dari Rauf Lenrang, dalam keterangannya yang diterima redaksi, Kamis (13/8/2026).

Menurut Nurwena, jumlah siswa MTs DDI Lenrang memang relatif lebih sedikit dibandingkan sejumlah sekolah lainnya. Kondisi tersebut, kata dia, bukan disebabkan minimnya upaya guru dalam melakukan sosialisasi penerimaan peserta didik, melainkan juga dipengaruhi terbatasnya jumlah calon siswa di sejumlah sekolah yang menjadi sasaran sosialisasi.

“MTs DDI Lenrang termasuk sekolah kecil dan jumlah siswanya tidak banyak dibanding sekolah lain. Bukan karena guru tidak berpartisipasi mendapatkan siswa, tetapi memang jumlah siswa di sekolah lain yang dikunjungi untuk sosialisasi juga terbatas,” ujarnya.

Nurwena mengatakan, MTs DDI Lenrang secara rutin melaksanakan upacara setiap Senin. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembentukan kedisiplinan bagi guru dan siswa.

Selain upacara, siswa juga dibiasakan hadir tepat waktu dan mengikuti kegiatan kebersihan lingkungan sekolah sebelum proses pembelajaran dimulai.

“Guru dan siswa dilatih disiplin waktu untuk hadir di sekolah. Sebelum jam masuk, ada kegiatan kebersihan lingkungan sekolah, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Prinsip kami, kebersihan adalah pangkal kesehatan,” katanya.

Usai upacara, para siswa juga dibiasakan berjabat tangan dengan guru. Kebiasaan tersebut diharapkan menjadi bagian dari pendidikan karakter yang kemudian diterapkan siswa dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan masyarakat.

Selain pendidikan akademik, MTs DDI Lenrang disebut memiliki sejumlah program pembinaan keagamaan dan kegiatan ekstrakurikuler.

Program tersebut antara lain salat Dhuha, tadarrus Al-Qur’an, zikir, barasanji, serta kegiatan Pramuka. Masing-masing kegiatan memiliki jadwal dan guru pembimbing.

Nurwena mengatakan, program tersebut dijalankan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan siswa agar memiliki bekal keagamaan, kedisiplinan dan keterampilan sosial yang dapat bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat.

“Program itu diaktifkan demi masa depan siswa dan diharapkan bisa bermanfaat, terutama bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam keterangannya, Nurwena juga menyinggung persoalan salah seorang guru yang sebelumnya mengajar di MTs DDI Lenrang dan kemudian berpindah ke madrasah lain.

Ia menyebut perpindahan tersebut berkaitan dengan persoalan kedisiplinan dan pelaksanaan tugas. Namun, tudingan tersebut masih merupakan keterangan dari satu pihak dan belum disertai tanggapan dari guru yang bersangkutan.

Menurut Nurwena, setelah guru tersebut berpindah, muncul persoalan lain berupa dugaan adanya upaya mengajak sejumlah siswa MTs DDI Lenrang untuk berpindah sekolah.

“Dia bahkan pernah mendatangi satu per satu siswa baru MTs Lenrang untuk pindah,” ungkapnya.

Nurwena juga menyebut dugaan tersebut dilakukan atas perintah kepala madrasah tempat guru tersebut kini mengajar. Namun, klaim mengenai adanya perintah tersebut perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak yang dituding.

Atas persoalan tersebut, Nurwena berharap pihak yang memiliki kewenangan melakukan pembinaan dapat turun tangan untuk memastikan proses pendidikan dan pembinaan siswa berjalan secara sehat dan profesional.

Menurut dia, kepala madrasah maupun guru memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan contoh kepada peserta didik.

“Kalau memang ada kepala madrasah yang bersifat demikian, harus diberikan pembinaan. Apalagi di madrasah, guru dan kepala sekolah mengabdi untuk membina siswa,” katanya.(Tim)

Editor/Publizher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!