21 Juli 2026
SOPPENG, INDEKS – Dinamika politik internal Partai Golkar di Kabupaten Soppeng memasuki babak baru. Berakhirnya masa jabatan Andi Kaswadi Razak (Akar) sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Soppeng pada 21 Juni 2026, ditambah absennya nama mantan bupati dua periode itu dalam susunan Tim Formatur DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan hasil Musyawarah Daerah (Musda) XI, memunculkan spekulasi mengenai arah kepemimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut di tingkat kabupaten.
Sesuai mekanisme organisasi, berakhirnya masa kepengurusan DPD II membuat kewenangan strategis organisasi berada di bawah kendali DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan hingga ditetapkannya Pelaksana Tugas (Plt) atau terpilihnya ketua definitif melalui proses organisasi.
Dalam kondisi demisioner, kepengurusan lama tidak lagi memiliki kewenangan mengambil keputusan strategis yang mengikat organisasi, termasuk terkait perubahan struktur kepengurusan maupun kebijakan politik lainnya. Seluruh langkah organisasi selanjutnya berada dalam koordinasi dan persetujuan DPD I Golkar Sulsel.
Sorotan semakin menguat setelah nama Andi Kaswadi Razak, yang sebelumnya santer diprediksi akan masuk dalam Tim Formatur DPD I Golkar Sulsel, justru tidak tercantum dalam susunan formatur yang diumumkan usai Musda. Fakta tersebut memunculkan berbagai spekulasi mengenai konfigurasi politik internal Golkar, khususnya di Kabupaten Soppeng.
Sejumlah pengamat politik lokal menilai absennya Akar dari Tim Formatur dapat dibaca sebagai sinyal adanya proses regenerasi kepemimpinan atau penataan ulang kekuatan politik di tubuh Golkar. Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari DPD I Partai Golkar Sulsel mengenai arah kepemimpinan DPD II Golkar Soppeng maupun figur yang akan diberi mandat memimpin partai di daerah tersebut.
Di kalangan kader dan masyarakat, mulai berkembang berbagai nama yang disebut-sebut berpeluang mengisi posisi Ketua DPD II Golkar Soppeng. Namun, seluruhnya masih sebatas dinamika dan spekulasi politik yang belum memperoleh konfirmasi resmi dari partai.
Keputusan akhir mengenai siapa yang akan memimpin Golkar Soppeng sepenuhnya berada di tangan DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan sesuai ketentuan organisasi. Publik kini menanti langkah politik partai yang dipimpin Ketua Umum Bahlil Lahadalia dalam menentukan figur yang dinilai mampu menjaga soliditas internal sekaligus mempertahankan dominasi politik Golkar di Kabupaten Soppeng.
Hingga berita ini diterbitkan, DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan belum mengumumkan jadwal penunjukan Pelaksana Tugas maupun pelaksanaan Musyawarah Daerah DPD II Partai Golkar Kabupaten Soppeng.(Tim)
Editor/Publizher : Andi Jumawi
















