SOPPENG, INDEKS.CO.ID – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 64 Soppeng menggelar Open House Setahun Sekolah Rakyat di kampus sementara eks Rumah Sakit Ajjappange, Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini menjadi ajang untuk memperlihatkan kepada masyarakat capaian dan perkembangan program Sekolah Rakyat yang telah berjalan hampir satu tahun di Kabupaten Soppeng.
Open house tersebut dihadiri H.Suwardi Haseng, SE Bupati Soppeng, Ir Selle KS Dalle Wakil Bupati Soppeng, unsur Forkopimda, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, pimpinan BUMN dan BUMD, camat, kepala desa dan lurah, orang tua calon siswa, calon siswa, serta sejumlah undangan lainnya.
Keberadaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Soppeng merupakan hasil kesiapan pemerintah daerah dalam menyambut program nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, hanya sembilan daerah yang ditunjuk sebagai penyelenggara Sekolah Rakyat pada tahap awal, dan Kabupaten Soppeng menjadi salah satu daerah pelopor pelaksanaannya.
Kepala SRT 64 Soppeng, Arni Arjilla, S.Pd., mengungkapkan bahwa saat ini sekolah tersebut menyelenggarakan dua jenjang pendidikan, yakni Sekolah Rakyat Dasar (SRD) dan Sekolah Rakyat Pertama (SRP), dengan total 100 siswa atau masing-masing jenjang sebanyak 50 siswa.
“Proses pembelajaran didukung oleh 60 guru dan tenaga kependidikan yang berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik bagi para siswa,” ujarnya dalam laporan kegiatan.
Arni menjelaskan, sebagian besar peserta didik berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Saat pertama kali masuk sekolah, banyak siswa yang mengaku mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Namun kini, kata dia, seluruh kebutuhan dasar siswa telah dijamin oleh negara. Selain mendapatkan makanan bergizi sebanyak tiga kali sehari, para siswa juga memperoleh makanan ringan dua kali sehari, susu secara rutin, hingga fasilitas laptop dengan skema satu siswa satu laptop.
“Negara hadir untuk memastikan anak-anak ini dapat belajar dengan layak tanpa dibebani persoalan kebutuhan dasar,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa kondisi kesehatan siswa menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin oleh tim puskesmas dan rumah sakit, dengan rata-rata kenaikan berat badan siswa berkisar antara dua hingga lima kilogram.
“Peningkatan kualitas kesehatan siswa terlihat dari hasil pemeriksaan rutin yang dilakukan setiap bulan,” ungkap Arni.
Pada tahun ajaran mendatang, SRT 64 Soppeng akan memperluas kapasitas penerimaan peserta didik menjadi 270 siswa yang terdiri atas jenjang SD, SMP, dan SMA, masing-masing sebanyak 90 siswa.
Sementara itu, Bupati Soppeng dalam sambutannya menegaskan bahwa Kabupaten Soppeng menjadi salah satu daerah yang memperoleh kepercayaan dari pemerintah pusat untuk menyelenggarakan Sekolah Rakyat pada tahap awal di Sulawesi Selatan.
“Satu tahun yang lalu kita memulai langkah berani dengan berupaya menghadirkan Sekolah Rakyat di Bumi Latemmamala. Alhamdulillah, pada 15 Agustus 2025 Kabupaten Soppeng ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai salah satu penyelenggara Sekolah Rakyat di antara sembilan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan,” katanya.
Menurut Bupati, Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah yang bertujuan memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
“Tujuannya jelas, Bapak Prabowo Subianto ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun anak usia sekolah di wilayah NKRI yang putus sekolah, termasuk di Bumi Latemmamala,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng untuk terus mendukung keberlanjutan program tersebut agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Soppeng mendukung penuh pelaksanaan dan keberlanjutan Sekolah Rakyat di Bumi Latemmamala ini. Kami berkomitmen untuk terus mengawal, memfasilitasi, dan membesarkan Sekolah Rakyat agar dapat menjadi role model pendidikan inklusif yang berkeadilan di Sulawesi Selatan bahkan di tingkat nasional,” tegasnya.
Open House Setahun Sekolah Rakyat digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan serentak menjelang satu tahun penyelenggaraan program tersebut. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberi kesempatan untuk melihat secara langsung proses pembelajaran, pola pengasuhan, fasilitas pendidikan, serta perkembangan para siswa selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.(Zul)
Editor/Publizher : Andi Jumawi
















