Dorong Produktivitas 5.300 Hektare Sawah
Soppeng (INDEKS) — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, didampingi Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) rehabilitasi daerah irigasi di Desa Tottong, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Soppeng (HJS) ke-765.
Program rehabilitasi tersebut diawali dari Daerah Irigasi (DI) Leworeng dan mencakup tiga jaringan utama, yakni Leworeng, Latenreng, dan Salobunne. Ketiga jaringan irigasi tersebut dalam beberapa tahun terakhir tidak berfungsi optimal, sehingga berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian masyarakat.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, kondisi jaringan irigasi saat ini baru berfungsi sekitar 50 persen. Hal itu menyebabkan distribusi air ke lahan pertanian tidak merata, mengganggu pola tanam, serta menurunkan hasil panen petani.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan anggaran sekitar Rp77 miliar untuk rehabilitasi irigasi di Kabupaten Soppeng. Melalui perbaikan ini, layanan air irigasi ditargetkan kembali menjangkau sekitar 5.300 hektare lahan persawahan.
“Jika kondisi irigasi kembali normal, potensi hasil panen dalam satu musim diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp130 miliar,” ujar Gubernur.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari skema multi years project (MYP) dengan total anggaran Rp268,9 miliar yang mencakup tiga kabupaten, yakni Kabupaten Soppeng, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Wajo. Secara keseluruhan terdapat 13 daerah irigasi yang masuk dalam program rehabilitasi tersebut.
Khusus di Kabupaten Soppeng, pekerjaan dilakukan lebih awal mengingat tingkat kerusakan jaringan irigasi telah melebihi 50 persen. Selain itu, wilayah ini merupakan salah satu sentra produksi padi di kawasan tengah Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas dukungan terhadap sektor pertanian di daerahnya.
Ia berharap rehabilitasi jaringan irigasi dapat segera rampung sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan petani, terutama dalam memastikan ketersediaan air yang merata, menjaga stabilitas jadwal tanam, serta meningkatkan hasil produksi.
“Pemerintah Kabupaten Soppeng mendukung penuh program ini. Kami berharap perbaikan irigasi dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat posisi Soppeng sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan,” katanya.
Melalui program tersebut, diharapkan fungsi jaringan irigasi kembali optimal, kebutuhan air pertanian terpenuhi, serta produktivitas hasil panen masyarakat meningkat secara berkelanjutan.(Tim)
Redaksi/Publisher : Andi Jumawi
















