Selasa 31 Maret 2026
SOPPENG (INDEKS) — Bupati Soppeng, H.Suwardi Haseng, SE tak mau masyarakat Soppeng menjadi korban permainan pelaku tengkulak dan pedagang padi gabah yang datang dari luar daerah sehingga. Hal ini menjadi perhatian serius dimana praktik tersebut sangat merugikan sejumlah petani, akibat ulah oknum tengkulak dan pedagang pembeli gabah yang dinilai nakal.
Modus yang ditemukan di lapangan yakni iming-iming harga beli lebih tinggi, namun disertai praktik kecurangan dengan alasan pemotongan timbangan. Sejumlah petani mengaku mengalami pengurangan/potongan hingga 5 kilogram per karung, bahkan dalam beberapa kasus mencapai 10 kilogram. Padahal, rata-rata isi satu karung gabah berkisar antara 120 hingga 130 kilogram.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Soppeng mengimbau masyarakat petani agar lebih berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan harga tinggi yang ditawarkan tanpa memperhatikan transparansi penimbangan.
Ia juga mendorong petani untuk tetap menjalin kerja sama dengan mitra resmi Bulog di Kabupaten Soppeng. Meski harga yang ditawarkan tidak selalu lebih tinggi dibanding pedagang luar daerah, namun sistem pembelian dinilai lebih adil karena tidak ada potongan timbangan maupun pungutan lain yang merugikan petani.
“Keuntungan riil yang diterima petani justru lebih besar karena tidak ada pengurangan berat gabah. Ini yang harus dipahami bersama,” tegasnya, kepada INDEKS.co.id, Selasa.
Sementara itu, pantauan INDEKS.co.id aparat TNI turut mengambil peran aktif dalam pengawasan di lapangan. Sebagai bagian dari pengawalan ketahanan pangan melalui program Serapan Gabah (Sergab) petani yang dijalankan bersama pemerintah, TNI memastikan praktik perdagangan berjalan jujur dan sesuai aturan.
Ditegaskan bahwa pedagang yang terbukti melakukan kecurangan akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, Bulog juga terus memantau perkembangan harga gabah guna menjaga stabilitas dan melindungi kepentingan petani agar tidak dirugikan oleh praktik spekulatif.
Pemerintah Kabupaten Soppeng menegaskan komitmennya untuk mendukung pedagang yang jujur dan berintegritas, serta mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan ketidaktahuan petani demi keuntungan sepihak.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem perdagangan gabah yang adil, transparan, dan berpihak pada kesejahteraan petani di Kabupaten Soppeng.
Pemkab Soppeng dalam hal ini mengedepankan petani tetap bisa bekerja maksimal mengelola lahannya terlebih lagi sarana prasarana dari bantuan pemerintah pusat telah diturunkan untuk membantu petani, diharapkan jauh lebih mensejahterakan masyarakat petani.(Tim)
Redaksi/Publizher : Andi Jumawi
















