DaerahKabupaten Soppeng

Bupati Soppeng Tegaskan MBG Harus Sesuai Mekanisme, Higienitas dan Gizi Jadi Prioritas

32
×

Bupati Soppeng Tegaskan MBG Harus Sesuai Mekanisme, Higienitas dan Gizi Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

SOPPENG, INDEKS.co.id — Bupati Soppeng menegaskan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Soppeng harus berjalan sesuai mekanisme dan standar yang telah ditetapkan. Higienitas, keamanan pangan, kualitas gizi, mutu bahan makanan hingga ketepatan waktu penyajian menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Penegasan itu disampaikan Bupati Soppeng saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar Gabungan Mitra MBG Kabupaten Soppeng di Gedung Lapatau, Sabtu malam (12/9/2026).

Menurut Bupati, MBG merupakan salah satu Program Strategis Nasional yang memiliki tujuan besar dalam menyiapkan generasi bangsa. Karena itu, pelaksanaannya di daerah tidak boleh dilakukan sekadar memenuhi target, tetapi harus memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diterima masyarakat.

“Pemerintah daerah tidak main-main dan menaruh harapan besar kepada seluruh jajaran Gabungan Mitra MBG untuk menyukseskan penyelenggaraan MBG di Kabupaten Soppeng,” tegas Bupati.

Ia menekankan sedikitnya empat aspek yang wajib menjadi perhatian mitra pelaksana, yakni higienitas, standar gizi yang optimal, ketepatan waktu penyajian, serta kualitas bahan pangan.

Bupati mengingatkan, standar tersebut bukan sekadar persyaratan administratif. Program MBG menyasar kelompok penerima manfaat yang membutuhkan asupan makanan bergizi dan aman, mulai dari anak sekolah dan santri hingga balita, ibu hamil serta ibu menyusui.

Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan dan penyiapan bahan pangan, proses pengolahan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga makanan diterima oleh penerima manfaat.

Pemerintah Kabupaten Soppeng, lanjutnya, memberikan dukungan melalui fungsi fasilitasi sekaligus pengawasan. Dukungan tersebut mencakup fasilitasi lahan untuk dapur SPPG, penyediaan dan verifikasi data riil penerima manfaat, serta pemanfaatan laboratorium daerah untuk pengujian sampel makanan secara berkala.

Pengujian dilakukan untuk memastikan makanan yang disalurkan aman dikonsumsi dan tidak mengandung zat berbahaya maupun bakteri yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan atau keracunan.

Pengawasan terhadap kebersihan dan sanitasi dapur SPPG juga dinilai penting untuk memastikan standar keamanan pangan diterapkan secara konsisten.

Di sisi lain, cakupan pelaksanaan MBG di Soppeng terus berkembang. Ketua Panitia Peringatan Maulid Gabungan Mitra MBG Kabupaten Soppeng, Yunas Asri, melaporkan saat ini terdapat 18 SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Soppeng.

Bertambahnya jumlah SPPG sekaligus menuntut pengawasan yang semakin kuat agar seluruh unit penyelenggara menerapkan standar pelayanan dan keamanan pangan secara konsisten.

Peringatan Maulid tersebut mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Menguatkan Semangat Berbagi untuk Generasi Sehat dan Berakhlak Mulia.”

Tema itu dinilai relevan dengan semangat pelaksanaan MBG yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang sehat dan memiliki karakter.

Bupati juga mengajak seluruh mitra dan pihak terkait menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai nilai dalam menjalankan tanggung jawab, termasuk dalam mengelola program yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Menurutnya, MBG merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi masa depan Soppeng. Anak-anak Soppeng diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, religius, berintegritas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Dengan 18 SPPG yang saat ini beroperasi, Bupati meminta seluruh unsur yang terlibat tidak hanya mengejar perluasan cakupan program, tetapi juga memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga.

“Program ini harus kita sukseskan bersama secara profesional, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan mampu mendukung terwujudnya generasi Soppeng yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Pemerintah daerah, mitra MBG, pengelola SPPG dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus memperkuat sinergi agar pelaksanaan program nasional tersebut berjalan tepat sasaran, aman, bergizi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Tim)

Editor/Publizher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!