oleh

Kasetpres Luncurkan Bantuan Oksigen Konsentrator dari Para Pengusaha

JAKARTA – INDEKS.CO.ID — Sekretariat Presiden akan mengoordinasikan penyaluran oksigen konsentrator tersebut ke sejumlah rumah sakit yang membutuhkan.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menerima dukungan oksigen konsentrator dari para pengusaha di Kantor Sekretariat Presiden, Jakarta, pada Selasa, 27 Juli 2021. Foto: BPMI Setpres/Rusman

Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono menerima dukungan oksigen konsentrator yang merupakan kontribusi dari Yayasan Buddha Tzu Chi dan Pengusaha Peduli NKRI yang bernaung di bawah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Selanjutnya, Sekretariat Presiden akan mengoordinasikan penyaluran oksigen konsentrator tersebut ke sejumlah rumah sakit yang membutuhkan.

“Pertama, dari 5.000 (oksigen konsentrator) baru kemarin malam datang sejumlah 500. Total 500 ini kami sebar, sebenarnya tidak hanya yang hadir di sini, ada Jawa Timur dapat, Polda, Kodam, DIY, Jawa Tengah, terus yang tadi pagi meminta dadakan Pekalongan kami berikan, dan tentunya yang hadir di sini,” ujar Kasetpres pada acara serah terima oksigen konsentrator di halaman Kantor Sekretariat Presiden, Jakarta, pada Selasa, 27 Juli 2021.

Pada kesempatan tersebut, oksigen konsentrator diserahkan secara simbolis oleh Kepala Sekretariat Presiden kepada perwakilan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi. Sementara, Yayasan Buddha Tzu Chi menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan dari RSUD Kota Bogor dan RS Polri. Adapun bantuan untuk Poliklinik Sekretariat Negara dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta diserahkan oleh Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana selaku Ketua Satgas Covid-19 Kementerian Sekretariat Negara, Rika Kiswardani.

Kasetpres mengucapkan terima kasih kepada semua donatur yang telah berkontribusi dalam pengadaan dukungan oksigen konsentrator ini, baik Yayasan Buddha Tzu Chi, Pengusaha Peduli NKRI, maupun Kadin. Selain itu, Kasetpres juga mengucapkan terima kasih kepada semua perwakilan penerima dari rumah-rumah sakit yang telah hadir untuk menerima dan menyalurkan dukungan tersebut. Kasetpres berharap, oksigen konsentrator ini dapat membantu masyarakat terdampak Covid-19 yang membutuhkan bantuan oksigen.

“Tentunya di tangan Bapak, Ibu sekalian kami serahkan ini. Nanti ada hal-hal yang memang perlu ada tambahan kami usahakan demi kemanusiaan. Sekali lagi, semoga Bapak bisa manfaatkan ini dengan baik dan kita bisa membantu dan tentunya memberikan lebih sehat lagi kepada masyarakat yang terkena Covid,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Hong Tjin, mengatakan bahwa ini bukan kali pertama para pengusaha yang tergabung dalam Pengusaha Peduli NKRI menyerahkan bantuan bagi penanganan Covid-19. Sebelumnya, para pengusaha tersebut juga pernah menyerahkan beragam bantuan mulai dari alat tes cepat, masker, ventilator, hingga bantuan beras.

“Kami juga mendapatkan info bahwa oksigen ternyata menjadi suatu hal yang sangat penting. Oleh karena itu, atas inisiatif dan prakarsa Yayasan Buddha Tzu Chi yang di Taiwan, pusat, untuk berkontribusi sebanyak 5.000 oksigen konsentrator, dikirimkan dari luar negeri ke Indonesia dan saat ini 500 yang sudah sampai, 4.500 kita harapkan minggu depan sampai dan segera kita salurkan,” kata Hong Tjin.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Direktur RSCM, Lies Dina Liastuti, perwakilan RSPAD Letkol Ckm Yudi Priyanto, Direktur Utama RSUD Kota Bekasi Kusnanto Saidi, Direktur Utama RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir, Kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Pol. Asep Hendradiana, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, dan Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol. Didiet Setioboedi.
(BPMI Setpres/Red*Andi Jumawi)

Disclaimer : Dilarang mencopy sebagian atau keseluruhan isi berita www.indeks.co.id tanpa seizin Sumber redaksi.Kecuali memiliki Izin dan Kerjasama yang tertulis. Segala pelanggaran Mencopy/Jiplak Berita,Tulisan,Gambar,Video dalam Media www.indeks.co.id bisa dituntut UU Nomor 40/1999 Tentang Pers pada Pasal 2 Kode Etik Jurnalistik menyebutkan: “Wartawan Indonesia menumpuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik”.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed