BencanaDaerahKAB.SOPPENG

TRC BPBD Sulsel Turun Langsung, Asesmen Dampak Kebakaran Pasar Sentral Batu-Batu Soppeng

181
×

TRC BPBD Sulsel Turun Langsung, Asesmen Dampak Kebakaran Pasar Sentral Batu-Batu Soppeng

Sebarkan artikel ini
Foto : Yuliana (Jaket Kuning) Saat meninjau langsung lokasi kebakaran Pasar Batu-Batu Soppeng, Senin 26 Oktober 2026.(Doc.Red*)
Listen to this article

SOPPENG, INDEKS.co.id – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan turun langsung ke lokasi kebakaran Pasar Sentral Batu-Batu, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Senin (26/10/2026). Kedatangan tim tersebut untuk melakukan asesmen guna mengidentifikasi dampak kebakaran sebagai bahan laporan dan tindak lanjut pemerintah provinsi.

Tim TRC BPBD Sulsel dipimpin Yuliana dari bidang kedaruratan. Dalam pelaksanaan asesmen, tim didampingi TRC BPBD Kabupaten Soppeng yang dipimpin Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Asriadi.

Di lokasi kejadian, kedua tim menelusuri sejumlah titik terdampak kebakaran serta berkoordinasi dengan para pedagang, pemerintah setempat, dan pengelola Pasar Sentral Batu-Batu.

Yuliana menjelaskan, kedatangan tim TRC BPBD Sulsel merupakan tindak lanjut atas laporan BPBD Kabupaten Soppeng mengenai peristiwa kebakaran yang melanda pasar tersebut.

“Kedatangan kami bersama Tim TRC di Kabupaten Soppeng, tepatnya di Pasar Batu-Batu, berdasarkan laporan dari BPBD Kabupaten Soppeng terkait peristiwa kebakaran di pasar ini,” kata Yuliana.

Ia menambahkan, asesmen dilakukan untuk menghimpun data dan informasi mengenai dampak kejadian. Hasil pemeriksaan di lapangan selanjutnya akan dilaporkan kepada pimpinan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

“Adapun maksud kedatangan kami adalah melakukan asesmen. Setelah itu, hasilnya akan kami laporkan kepada pimpinan kami di provinsi,” ujarnya.

Foto : Yuliana (Jaket Kuning) Saat meninjau langsung lokasi kebakaran Pasar Batu-Batu Soppeng, Senin 26 Oktober 2026.(Doc.Red*)

Menurut Yuliana, Pasar Sentral Batu-Batu merupakan fasilitas umum yang memiliki peran penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pendataan dampak kebakaran perlu dilakukan secara cermat agar hasilnya dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan tindak lanjut sesuai kebutuhan di lapangan.

Hasil asesmen tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi pascakebakaran sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam penanganan dampak bencana di Pasar Sentral Batu-Batu.

Untuk diketahui Pasar Sentral Batu-Batu dilanda kebakaran pada hari Sabtu 24 Oktober 2026 sekitar pukul 18:57 wita. (Tim)

Editor/Publisher: Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!