DaerahEKONOMIKabupaten Soppeng

Nurmal Idrus Paparkan Strategi Pengembangan SDM di Hadapan Para Bankir Soppeng

42
×

Nurmal Idrus Paparkan Strategi Pengembangan SDM di Hadapan Para Bankir Soppeng

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

SOPPENG, INDEKS.CO.ID — Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci meningkatkan daya saing industri perbankan daerah di tengah pesatnya transformasi digital dan perubahan kebutuhan nasabah.

Hal tersebut mengemuka dalam Forum Diskusi bertajuk “Pengembangan SDM Perbankan & Sosialisasi Program Magister Manajemen (S2)” yang digelar Bank Sulselbar Cabang Soppeng bersama Universitas Lamappapoleonro (UNIPOL) Soppeng, Jumat (14/8/2026).

Forum yang berlangsung di Kantor Bank Sulselbar Cabang Soppeng itu mengangkat tema “Sinergi Akademik dan Industri Perbankan: Akselerasi Kompetensi SDM Menuju Perbankan Daerah yang Unggul dan Berdaya Saing.”

Ketua Program Magister Manajemen UNIPOL Soppeng, Dr. H. Nurmal Idrus, SE, MM, tampil sebagai pembicara utama. Sementara pengantar kegiatan disampaikan Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Soppeng, Andi Yusri Nuralam, SE.

Di hadapan para bankir, Nurmal menekankan bahwa pengembangan kompetensi SDM tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi industri perbankan.

Menurut dia, perubahan teknologi, tuntutan pelayanan nasabah, percepatan transformasi digital hingga kompleksitas persoalan manajemen mengharuskan tenaga profesional perbankan terus meningkatkan kapasitas.

“Perubahan teknologi, tuntutan pelayanan nasabah, transformasi digital, serta semakin kompleksnya tantangan manajemen menuntut tenaga profesional perbankan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya,” kata Nurmal.

Ia menjelaskan, pendidikan Magister Manajemen dapat menjadi salah satu instrumen strategis untuk mempertemukan kebutuhan dunia kerja dengan pengembangan kapasitas akademik dan profesional.

Kebutuhan tersebut, kata Nurmal, tidak hanya relevan bagi kalangan akademisi, tetapi juga bagi para profesional yang setiap hari berhadapan dengan persoalan kepemimpinan, keuangan, pemasaran, pengelolaan SDM hingga pengambilan keputusan strategis.

“Dunia perbankan membutuhkan SDM yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, kepemimpinan, analisis dan pengambilan keputusan,” ujarnya.

Akademisi dan Industri Harus Bersinergi

Forum tersebut sekaligus menjadi ruang dialog antara perguruan tinggi dan industri perbankan. Sinergi kedua sektor dinilai penting agar pengembangan kompetensi SDM tidak berhenti pada aspek teoritis, tetapi mampu menjawab kebutuhan nyata di dunia kerja.

Dalam konteks perbankan daerah, peningkatan kualitas SDM menjadi semakin penting seiring perubahan pola layanan dan ekspektasi masyarakat. Digitalisasi menuntut kemampuan adaptasi, sementara persaingan industri mengharuskan lembaga perbankan memiliki sumber daya manusia yang mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat dan terukur.

Karena itu, kolaborasi antara institusi pendidikan dan dunia perbankan dinilai dapat menjadi bagian dari strategi membangun SDM yang lebih kompetitif.

Kegiatan di Bank Sulselbar tersebut bukan kali pertama Nurmal Idrus berbicara mengenai pengembangan SDM di hadapan kalangan perbankan.

Pekan sebelumnya, ia juga membawakan tema serupa di hadapan para bankir BRI Cabang Soppeng. Kegiatan tersebut mendapat respons antusias dari peserta dan menunjukkan tingginya perhatian kalangan perbankan terhadap peningkatan kapasitas SDM.

Rangkaian forum tersebut sekaligus mempertegas pentingnya membangun jembatan yang lebih kuat antara dunia akademik dan industri, terutama dalam menyiapkan SDM perbankan daerah yang adaptif, profesional dan mampu menghadapi tantangan industri yang terus berubah.(Tim)

Editor/Publizher : Andi Jumawi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!