DaerahKabupaten Soppeng

Bupati Soppeng Gaet Program Bank Dunia, Rp60 Miliar Digelontorkan untuk 20 Brigade Pangan Milenial

55
×

Bupati Soppeng Gaet Program Bank Dunia, Rp60 Miliar Digelontorkan untuk 20 Brigade Pangan Milenial

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

22 Juli 2026

SOPPENG, INDEKS– Komitmen Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng dalam memperkuat sektor pertanian terus membuahkan hasil. Tanpa banyak retorika, berbagai langkah yang dibangun melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Pertanian kini berbuah dukungan anggaran sekitar Rp60 miliar dari Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) yang didanai Bank Dunia.

Dukungan tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat 20 Brigade Pangan Milenial di Kabupaten Soppeng melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mendorong modernisasi sektor pertanian.

Keberhasilan itu berawal dari kunjungan Direktur ICARE, Bram Kusbiantoro, bersama perwakilan Bank Dunia, Mr. Joel, ke Kabupaten Soppeng pada pertengahan Juli 2026 untuk meninjau langsung calon lokasi pelaksanaan program.

Hasil peninjauan tersebut menetapkan Soppeng sebagai salah satu daerah penerima Program ICARE dengan nilai bantuan sekitar Rp60 miliar yang bersumber dari pembiayaan Bank Dunia.

Direktur ICARE, Bram Kusbiantoro, menjelaskan bahwa program tersebut hanya dilaksanakan di tiga provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Lampung, dan Kalimantan Barat. Khusus di Sulawesi Selatan, hanya empat kabupaten yang terpilih sebagai lokasi pelaksanaan, yakni Soppeng, Gowa, Barru, dan Enrekang.

“Soppeng menjadi salah satu daerah yang dinilai siap mengembangkan pertanian modern berbasis korporasi. Bantuan ini akan difokuskan pada penguatan Brigade Pangan,” ujarnya.

Di Kabupaten Soppeng, program tersebut akan menyasar 20 Brigade Pangan yang akan memperoleh dukungan alsintan sebagai bagian dari peningkatan kapasitas produksi, efisiensi usaha tani, dan penerapan mekanisasi pertanian.

Tahapan implementasi program kemudian berlanjut melalui Sosialisasi ICARE Project Implementation Unit (PIU) yang diselenggarakan Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) di Aula Pertemuan Gabungan Dinas, Kompleks Kantor Bupati Soppeng, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Soppeng, H. Andi Haeruddin, yang membacakan sambutan Bupati Suwardi Haseng.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Soppeng merupakan peluang strategis sekaligus amanah untuk memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi petani.

Pemerintah Kabupaten Soppeng, kata dia, berkomitmen mengawal pelaksanaan Program ICARE agar mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempercepat transformasi menuju sistem pertanian modern yang berkelanjutan.

Sosialisasi tersebut diikuti unsur pemerintah provinsi, organisasi perangkat daerah, penyuluh pertanian, akademisi, kelompok tani, serta pelaku usaha pertanian. Selain pemaparan materi, peserta juga memperoleh bimbingan teknis mengenai penguatan kelembagaan dan penerapan sistem pertanian modern.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng, H. Asis Dahlan, mengatakan implementasi Program ICARE akan difokuskan di empat kecamatan, yakni Lalabata, Ganra, Marioriawa, dan Donri-Donri.

Menurutnya, program tersebut diprioritaskan bagi petani milenial berusia maksimal 40 tahun sebagai upaya mempercepat regenerasi sumber daya manusia di sektor pertanian.

“Penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung mulai pertengahan Agustus hingga pertengahan September 2026. Program ini menjadi momentum memperkuat Brigade Pangan sebagai penggerak utama modernisasi pertanian di Kabupaten Soppeng,” kata Asis.

Melalui dukungan Program ICARE, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis sektor pertanian tidak hanya mengalami peningkatan produksi, tetapi juga berkembang menjadi sistem usaha tani yang lebih efisien, berdaya saing, berkelanjutan, dan berbasis teknologi modern.(Tim)

Editor/Publzher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!