BGNJAKARTANasionalPRABOWO SUBIANTO

Prabowo Resmi Lantik Said Iqbal dan Pimpinan Baru BGN

82
×

Prabowo Resmi Lantik Said Iqbal dan Pimpinan Baru BGN

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

JAKARTA, INDEKS — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. Pelantikan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Selain melantik Kepala BGN, Presiden juga mengukuhkan Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18/M/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BGN serta Pemberhentian Wakil Kepala BPKP.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga melantik Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Buruh. Pengangkatan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 58/P/2026.

“Sebelum saya mengambil sumpah janji berkenaan dengan pengangkatan saudara-saudara sebagai Kepala dan Wakil Kepala BGN serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Buruh, terlebih dahulu saya bertanya kepada saudara-saudara, bersediakah saudara-saudara untuk diambil janji menurut agama masing-masing?” tanya Presiden Prabowo saat prosesi pelantikan.

“Bersedia,” jawab para pejabat yang dilantik.

Pantauan di Kompleks Istana Kepresidenan menunjukkan para pejabat yang dilantik mulai berdatangan sejak pukul 14.53 WIB. Nanik S. Deyang menjadi salah satu pejabat yang pertama tiba, disusul Mayjen Trenggono dan Agustina Arumsari sekitar pukul 15.15 WIB.

Trenggono Pastikan Pensiun Dini dari TNI

Sebelum dilantik, Mayjen Trenggono menegaskan dirinya telah mengundurkan diri dari dinas militer dan memilih pensiun dini setelah ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN.

“Sudah (mundur dari TNI). Semenjak diumumkan. Tidak disuruh Presiden. Jadi saya pensiun dini atas kesediaan saya sendiri,” ujar Trenggono kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan.

Sementara itu, Agustina Arumsari mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima undangan pelantikan sejak Minggu (7/6/2026). Namun secara administratif, pengangkatannya sebagai Wakil Kepala BGN telah berlaku sejak 2 Juni 2026 saat diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.

“Keppres-nya sudah berlaku sejak tanggal 2 Juni waktu diumumkan oleh Pak Mensesneg. Jadi hari ini pelantikannya,” kata Agustina.

Fokus Benahi Tata Kelola MBG

Usai dilantik, pimpinan baru BGN menyatakan akan memprioritaskan pembenahan tata kelola lembaga dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo.

Agustina mengatakan evaluasi akan difokuskan pada penataan sasaran penerima manfaat agar penggunaan anggaran lebih efektif dan tepat sasaran.

“Tujuannya baik, yakni memastikan tidak ada anak Indonesia yang kelaparan. Namun tata kelolanya masih perlu diperbaiki sehingga muncul berbagai permasalahan seperti yang terjadi saat ini. Kami diberi tugas untuk merapikan semuanya,” ujarnya.

Pemerintah berharap kepemimpinan baru BGN mampu memperkuat tata kelola, meningkatkan efektivitas program, serta memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai tujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.(Tim/Aj)

Redaksi/Publisher : Andi Jumawi

JAKARTA, INDEKS — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. Pelantikan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Selain melantik Kepala BGN, Presiden juga mengukuhkan Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18/M/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BGN serta Pemberhentian Wakil Kepala BPKP.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga melantik Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Buruh. Pengangkatan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 58/P/2026.

“Sebelum saya mengambil sumpah janji berkenaan dengan pengangkatan saudara-saudara sebagai Kepala dan Wakil Kepala BGN serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Buruh, terlebih dahulu saya bertanya kepada saudara-saudara, bersediakah saudara-saudara untuk diambil janji menurut agama masing-masing?” tanya Presiden Prabowo saat prosesi pelantikan.

“Bersedia,” jawab para pejabat yang dilantik.

Pantauan di Kompleks Istana Kepresidenan menunjukkan para pejabat yang dilantik mulai berdatangan sejak pukul 14.53 WIB. Nanik S. Deyang menjadi salah satu pejabat yang pertama tiba, disusul Mayjen Trenggono dan Agustina Arumsari sekitar pukul 15.15 WIB.

Trenggono Pastikan Pensiun Dini dari TNI

Sebelum dilantik, Mayjen Trenggono menegaskan dirinya telah mengundurkan diri dari dinas militer dan memilih pensiun dini setelah ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN.

“Sudah (mundur dari TNI). Semenjak diumumkan. Tidak disuruh Presiden. Jadi saya pensiun dini atas kesediaan saya sendiri,” ujar Trenggono kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan.

Sementara itu, Agustina Arumsari mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima undangan pelantikan sejak Minggu (7/6/2026). Namun secara administratif, pengangkatannya sebagai Wakil Kepala BGN telah berlaku sejak 2 Juni 2026 saat diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.

“Keppres-nya sudah berlaku sejak tanggal 2 Juni waktu diumumkan oleh Pak Mensesneg. Jadi hari ini pelantikannya,” kata Agustina.

Fokus Benahi Tata Kelola MBG

Usai dilantik, pimpinan baru BGN menyatakan akan memprioritaskan pembenahan tata kelola lembaga dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo.

Agustina mengatakan evaluasi akan difokuskan pada penataan sasaran penerima manfaat agar penggunaan anggaran lebih efektif dan tepat sasaran.

“Tujuannya baik, yakni memastikan tidak ada anak Indonesia yang kelaparan. Namun tata kelolanya masih perlu diperbaiki sehingga muncul berbagai permasalahan seperti yang terjadi saat ini. Kami diberi tugas untuk merapikan semuanya,” ujarnya.

Pemerintah berharap kepemimpinan baru BGN mampu memperkuat tata kelola, meningkatkan efektivitas program, serta memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai tujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.(Tim/Aj)

Redaksi/Publisher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!