Senin 8 Juni 2026
SOPPENG, INDEKS– Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah Lamappapoleonro, Kabupaten Soppeng,Sulawesi Selatan (Sulsel) terus mengintensifkan Program Usaha Memakmurkan Masjid (UMM) sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi para santri.
Program yang digagas oleh pimpinan Ponpes Al Fatah Lamappapoleonro, Ustadz Bilal, itu dilaksanakan secara rutin di sejumlah masjid yang tersebar di Kabupaten Soppeng. Para santri dibagi dalam dua kelompok yang secara bergilir diterjunkan ke tengah masyarakat untuk melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan dan memakmurkan masjid.
Video : Ponpes Al Fatah Lamappapoleonro Soppeng : https://youtube.com/shorts/duk_p7bsslw?si=-3Y31OFX4TYUXhjs
Kepada awak media INDEKS, Senin (8/6/2026), Ustadz Bilal mengatakan bahwa program UMM telah menjadi agenda rutin pesantren sebagai upaya menanamkan kecintaan generasi muda terhadap masjid sekaligus menghidupkan nuansa keislaman di tengah masyarakat.
“Program ini kami harapkan dapat menjadi teladan tentang pentingnya memakmurkan masjid serta membina generasi muda agar lebih dekat dengan rumah ibadah. Dengan demikian akan lahir generasi yang gemar beramal saleh dan memiliki kecintaan yang kuat terhadap syiar Islam,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut lahir dari kesepakatan bersama lima ustadz yang menjadi pengurus dan pembina di Ponpes Al Fatah Lamappapoleonro.
“Kami bersama para ustadz telah bersepakat menjalankan Program Usaha Memakmurkan Masjid sebagai bentuk kontribusi pesantren dalam memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan umat,” katanya.
Adapun para ustadz yang aktif mendampingi kegiatan tersebut yakni Ustadz Syaiful, Ustadz Syukri, Ustadz Asif, dan Ustadz Nazir yang seluruhnya merupakan pengurus Ponpes Al Fatah Lamappapoleonro.
Ustadz Bilal menjelaskan, salah satu bentuk implementasi program tersebut dilakukan pada masa libur santri, yakni mulai Kamis sore hingga Jumat sore. Pada periode itu para santri dipimpin untuk melaksanakan i’tikaf di masjid selama 24 jam.
Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai amalan ibadah, di antaranya shalat berjamaah, shalat rawatib, shalat dhuha, shalat sunnah lainnya, kajian keagamaan, serta pembiasaan melaksanakan shalat malam.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan kecintaan santri terhadap ibadah berjamaah, meningkatkan pemahaman keagamaan, serta membiasakan mereka untuk menghidupkan masjid melalui berbagai aktivitas yang bermanfaat,” ujarnya.
Selain membina santri, program tersebut juga bertujuan mengajak masyarakat sekitar untuk lebih aktif memakmurkan masjid dan meningkatkan partisipasi dalam pelaksanaan ibadah berjamaah.
Setiap pekan, Ponpes Al Fatah Lamappapoleonro mengirimkan dua rombongan santri ke sejumlah masjid di wilayah Kabupaten Soppeng guna melaksanakan kegiatan keagamaan bersama masyarakat.
Melalui program itu, pihak pesantren berharap semakin banyak generasi muda yang tergerak untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan akhlak dan kegiatan keagamaan.
“Kami mengajak para santri dan generasi muda untuk bersama-sama memperkuat keimanan, memperbaiki diri, serta membiasakan diri beramal saleh demi terwujudnya generasi yang bertakwa dan berakhlak mulia,” kata Ustadz Bilal.
Terakhir Ustadz Bilal menyampaikan salah satu hadits tentang pentingnya mencintai Mesjid, “Almesjidu Baitu Kulli Taqqiyyin, ” yang artinya Mesjid itu rumahnya setiap orang yang taqwa,pungkasnya.(Tim/Ramlan)
Editor/Publizher : Andi Jumawi
















