JAKARTAKAPOLRINasional

Kapolri Suyudi Jadi Khatib di Mabes Polri, Ingatkan Jabatan dan Pangkat Adalah Amanah

61
×

Kapolri Suyudi Jadi Khatib di Mabes Polri, Ingatkan Jabatan dan Pangkat Adalah Amanah

Sebarkan artikel ini
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Listen to this article

JAKARTA, INDEKS.co.id – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengingatkan pentingnya sikap rendah hati, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama dalam menjalankan amanah jabatan. Menurutnya, pangkat, kedudukan, dan kekuasaan bukan alasan untuk bersikap sombong, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan.

Pesan tersebut disampaikan Suyudi saat bertindak sebagai khatib salat Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Dalam khutbahnya, Suyudi mengajak jemaah untuk senantiasa menjaga kerendahan hati dan tidak merasa lebih hebat daripada orang lain, apa pun posisi dan jabatan yang diemban.

“Jadilah pribadi yang selalu rendah hati, jangan sombong, dan jangan pernah merasa lebih hebat daripada orang lain,” ujar Suyudi, dikutip dari siaran pers Divisi Humas Polri.

Ia menegaskan, jabatan dan kekuasaan merupakan milik Tuhan yang harus disyukuri sekaligus dipertanggungjawabkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jabatan, pangkat, dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Kapolri juga mengingatkan bahwa semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab moral yang melekat padanya. Seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kewenangan, tetapi juga harus mampu menunjukkan keteladanan, bersikap bijaksana, serta memiliki kepedulian terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya.

Menurut Suyudi, membantu sesama dan mempertahankan kesederhanaan merupakan bagian penting dari sikap yang harus dijaga, terutama oleh mereka yang mendapat kepercayaan untuk menduduki jabatan publik.

“Bantulah mereka yang membutuhkan, dan tetaplah menjadi pribadi yang sederhana,” pesannya kepada jemaah.

Ia menambahkan, kerendahan hati merupakan cerminan akhlak mulia yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pekerjaan, keluarga, maupun masyarakat.

Nilai-nilai keimanan, lanjutnya, semestinya tidak berhenti pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga tercermin dalam perilaku, kejujuran, serta cara seseorang memperlakukan orang lain.

Suyudi berharap nilai keimanan dan rasa syukur dapat menjadi landasan bagi setiap orang dalam menjalankan tanggung jawabnya secara ikhlas dan jujur.

Pesan tersebut juga menegaskan pentingnya keteladanan bagi pemegang jabatan publik. Kepercayaan yang diberikan kepada seorang pemimpin perlu dijawab melalui sikap dan tindakan yang bertanggung jawab serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Bagi institusi kepolisian, nilai-nilai tersebut menjadi pengingat bahwa kewenangan harus dijalankan secara bertanggung jawab, dengan tetap mengedepankan sikap humanis dan penghormatan terhadap masyarakat.

Melalui khutbah Jumat itu, Kapolri mengajak seluruh jemaah untuk menjadikan jabatan sebagai sarana pengabdian, bukan alasan untuk meninggikan diri. Sebab, nilai seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh pangkat dan kedudukannya, tetapi juga oleh akhlak, tanggung jawab, dan manfaat yang diberikan kepada sesama.(Sumber: Divisi Humas Polri)

Editor/Publizher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!