BULETIN TNIJAKARTANasional

Intelijen BIN Disebut Berperan dalam Operasi TNI di Maybrat, Tiga Pimpinan TPNPB-OPM Dilaporkan Tewas

46
×

Intelijen BIN Disebut Berperan dalam Operasi TNI di Maybrat, Tiga Pimpinan TPNPB-OPM Dilaporkan Tewas

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

MAYBRAT, INDEKS.co.id – Dukungan intelijen disebut menjadi salah satu faktor penting dalam operasi gabungan TNI yang menyasar lokasi persembunyian kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Operasi tersebut dilaporkan menewaskan tiga pimpinan kelompok, yakni Manfret Fatem, Anton Fatem, dan Yesias Fatem.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa informasi intelijen berperan dalam membantu aparat menentukan sasaran operasi sekaligus meminimalkan risiko terhadap masyarakat sipil di sekitar lokasi penindakan.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (10/10/2026), Lucky menyebut sinergi antara Badan Intelijen Negara (BIN) dan satuan operasi TNI menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman kekerasan bersenjata di wilayah Papua.

“Informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata dinilai membantu aparat dalam menentukan sasaran operasi serta mengurangi risiko terhadap masyarakat sipil di sekitar wilayah penindakan,” ujarnya.

Lucky mencontohkan operasi gabungan yang melibatkan Satgas Yonif Marinir 9 dan Denkul 4 Satgas Rajawali V Koops TNI Habema. Operasi tersebut menyasar kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya di wilayah Maybrat.

Menurut keterangan yang disampaikan, operasi itu didukung informasi intelijen dari BIN yang dikategorikan sebagai informasi bernilai A1.

Dalam operasi tersebut, pasukan gabungan dilaporkan menemukan lokasi persembunyian Manfret Fatem selaku komandan operasi kelompok, bersama Anton Fatem yang disebut sebagai Komandan Batalyon Ayosami dan Yesias Fatem sebagai Komandan Batalyon Mosata.

Ketiganya dilaporkan tewas setelah terjadi kontak senjata dengan aparat TNI.

Lucky menjelaskan, berdasarkan laporan operasi, Manfret Fatem tewas di lokasi kontak senjata. Sementara itu, Anton Fatem dan Yesias Fatem dilaporkan tewas ketika berusaha melarikan diri ke arah Sungai Frambu.

Kedua jenazah tersebut disebut tenggelam di sungai dan masih dalam proses pencarian, berdasarkan keterangan yang disampaikan.

Selain melaporkan tewasnya tiga pimpinan kelompok, personel TNI juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kontak senjata.

Barang bukti tersebut meliputi satu pucuk senjata api jenis AK-101, puluhan butir amunisi tajam, serta selembar bendera Bintang Kejora.

Barang-barang tersebut menjadi bagian dari hasil operasi yang dilaporkan oleh pihak TNI.

Lucky menegaskan, TNI akan terus menjalankan tugas pengamanan wilayah dan menghadapi ancaman kekerasan bersenjata secara profesional, tegas, dan terukur.

Ia juga menekankan bahwa seluruh personel di bawah kendali Kogabwilhan III wajib mematuhi ketentuan pelibatan pasukan atau rules of engagement (ROE), peraturan perundang-undangan, serta prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Menurut Lucky, keselamatan masyarakat sipil harus tetap menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan operasi keamanan di Papua.

Prinsip salus populi suprema lex esto, yang berarti keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi, disebut menjadi pedoman bagi personel TNI dalam menjalankan tugas.

“Keselamatan masyarakat sipil, perlindungan terhadap warga, dan pemeliharaan stabilitas keamanan di Papua merupakan prioritas yang harus dijaga oleh seluruh personel TNI,” tegasnya.

Operasi di Maybrat tersebut menjadi bagian dari upaya TNI menjaga stabilitas keamanan di Papua Barat Daya. Pihak TNI menilai dukungan intelijen dan koordinasi antarsatuan dapat membantu meningkatkan efektivitas operasi, dengan tetap memperhatikan kepatuhan terhadap hukum dan perlindungan masyarakat.(Tim/Puspen TNI)

Efitor/Publizher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!