DaerahKAB.LUWIPOLDA SULSEL

Polisi Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak di Leher di Mess Tambang PT Masmindo Luwu

268
×

Polisi Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak di Leher di Mess Tambang PT Masmindo Luwu

Sebarkan artikel ini
Dengarkan Berita

LUWU, INDEKS.co.id– Seorang anggota Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel), Aipda Kusnadi, ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak pada bagian leher di kamar mess kawasan pertambangan PT Masmindo Dwi Area (MDA), Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 15.30 WITA.

Korban diketahui merupakan personel Bintara Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sulsel yang bertugas melakukan pengamanan di kawasan pertambangan tersebut.

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban diduga meninggal dunia akibat luka tembak yang berasal dari senjata api dinas jenis V2 Sabhara. Namun, penyebab pasti kematian maupun motif di balik peristiwa tersebut masih dalam proses penyelidikan.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik, mengatakan bahwa personel kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Ditemukan dugaan korban meninggal dunia akibat bunuh diri menggunakan senjata api dinas, dengan kondisi luka tembak pada bagian leher. Serta ditemukan satu buah selongsong peluru di lokasi kejadian,” ungkap Didik, Rabu (4/11/2026).

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh rekan korban sesama anggota Polri, Aiptu Andi Palaloi. Saat itu, saksi baru kembali dari pos penjagaan dan hendak menuju kamar mess yang ditempatinya bersama korban.

Saksi sempat mengetuk pintu kamar, tetapi tidak mendapatkan respons. Karena curiga, Andi Palaloi kemudian meminta bantuan Aiptu Sahrul Mubarak untuk bersama-sama membuka pintu kamar.

Saat pintu berhasil dibuka, keduanya mendapati korban telah tergeletak bersimbah darah di atas ranjang. Di sekitar tubuh korban juga ditemukan senjata api dinas jenis V2 Sabhara.

Tim Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Luwu selanjutnya melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk satu selongsong peluru yang ditemukan di lokasi.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulsel di Makassar untuk menjalani pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian.

Sementara itu, pihak keluarga korban disebut menolak pelaksanaan autopsi terhadap jenazah.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami rangkaian peristiwa tersebut, termasuk memastikan penyebab kematian dan motif yang melatarbelakanginya.

Polisi menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan sehingga dugaan awal yang disampaikan belum dapat dianggap sebagai kesimpulan akhir.(Tim).

Editor/Publisher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!