DaerahKabupaten Soppeng

Didampingi Istri, Bupati Soppeng Hadiri Mappacci Briptu Andi Makkaraka, Cucu Andi Akbar Singke

136
×

Didampingi Istri, Bupati Soppeng Hadiri Mappacci Briptu Andi Makkaraka, Cucu Andi Akbar Singke

Sebarkan artikel ini
Foto : Bupati Soppeng H.Suwardi Haseng, S.E bersama Isteri Hj Suwarni Suwardi Haseng saat melakukan adat Bugis Mappacci. (Doc.Tri)
Listen to this article

SOPPENG, INDEKS.co.id — Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., didampingi istrinya, Hj. Suarni Suwardi Haseng, menghadiri prosesi adat Mappacci dalam rangkaian pernikahan Briptu Andi Makkaraka M.S.E., di kediaman keluarga Andi Akbar Singke, Jalan Peternakan Andi Akbar Singke, Appalaringnge, Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Sabtu (22/8/2026) malam.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Soppeng bersama istri menambah kekhidmatan prosesi adat yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut.

Briptu Andi Makkaraka M.S.E. merupakan putra sulung pasangan Andi Mapparewe Akbar Singke, S.Ip., dan Hj. Fitriani Makka, sekaligus cucu dari keluarga besar almarhum Andi Akbar Singke (Fung Cambang) dan almarhumah Hj. Suriati.

Prosesi Mappacci turut dihadiri keluarga besar kedua pihak serta sejumlah tamu undangan dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Di antara keluarga yang hadir tampak Andi Takdir Akbar Singke, S.E., Wakil Ketua Komisi I DPRD Soppeng, bersama istri.

Bagi masyarakat Bugis, Mappacci bukan sekadar ritual menjelang pernikahan. Tradisi ini merupakan momentum sakral bagi calon pengantin untuk memohon doa dan restu kepada orang tua, keluarga, serta kerabat sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

Penggunaan daun pacci dalam prosesi tersebut sarat makna filosofis. Pacci menjadi simbol kesucian hati dan niat baik, sekaligus menjadi bagian dari doa agar calon pengantin mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh keberkahan.

Prosesi yang berlangsung secara khidmat itu juga mempertemukan keluarga dan kerabat dalam suasana keakraban. Doa dan restu yang diberikan menjadi bagian penting dari perjalanan kedua calon mempelai menuju kehidupan baru sebagai pasangan suami istri.

Kehadiran Bupati Soppeng dalam prosesi adat tersebut juga mencerminkan penghormatan terhadap warisan budaya Bugis yang hingga kini masih hidup dan dipertahankan masyarakat.

Di tengah perubahan zaman, Mappacci tetap memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial masyarakat Bugis. Tradisi tersebut bukan hanya menjadi bagian dari rangkaian perkawinan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya.

Nilai kebersamaan, penghormatan kepada orang tua dan keluarga, serta doa untuk kehidupan rumah tangga menjadi pesan utama yang terus melekat dalam pelaksanaan Mappacci.

Briptu Andi Makkaraka M.S.E., anggota Polri yang bertugas di Polres Soppeng, dijadwalkan melangsungkan akad nikah dengan Putri Puji Astuti, S.M., pada Minggu (23/8/2026).

Putri Puji Astuti merupakan perempuan asal Madining Batu-Batu, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, sekaligus putri bungsu pasangan H. Sudirman Dalle, S.Pd., dan Hj. Mulyana Killi.

Prosesi Mappacci yang digelar sehari sebelum akad nikah menjadi momentum bagi kedua keluarga untuk memanjatkan doa sekaligus memberikan restu kepada kedua calon mempelai.

Kedua keluarga berharap pernikahan tersebut menjadi awal kehidupan rumah tangga yang harmonis, penuh keberkahan, serta senantiasa diliputi kebahagiaan.

Editor/Publisher: Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!