21Agustus 2026
PALOPO, INDEKS.CO.ID — Kekeringan mulai mengancam tanaman padi milik petani di Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, Sulawesi Selmati, Jumat 21 Agustus 2026.
Puluhan hektare areal persawahan warga dilaporkan mengalami kekurangan pasokan air selama lebih dari satu bulan. Kondisi tersebut membuat tanaman padi yang rata-rata berusia 40 hingga 45 hari mulai menguning dan terancam mati.
Di tengah ancaman gagal panen, Kodim 1403/Palopo bergerak cepat dengan mengerahkan kendaraan water tank untuk memasok air ke lahan pertanian yang terdampak.
Air didistribusikan ke sejumlah titik persawahan guna menjaga tanaman tetap hidup sekaligus memberi kesempatan kepada petani mempertahankan tanaman hingga memasuki masa panen.
Danramil 1403-06 Wara, Kapten Inf Agus Purwono, mengatakan bantuan tersebut diberikan setelah pihaknya menerima laporan masyarakat mengenai kekeringan dan menurunnya debit sumber air yang selama ini digunakan untuk mengairi persawahan.
“Setelah mendapat laporan dari masyarakat tentang kekeringan sawah karena kekurangan debit air, kami berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan dengan menggunakan water tank,” kata Agus.
Menurut dia, kendaraan yang selama ini lebih banyak digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran juga dapat dimanfaatkan untuk membantu petani menghadapi kondisi kekeringan ekstrem.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat tanaman padi yang memasuki usia sekitar 40–45 hari membutuhkan pasokan air agar dapat bertahan dan melanjutkan pertumbuhan hingga masa panen.
Bantuan distribusi air, kata Agus, tidak hanya difokuskan di Kelurahan Takkalala. Pihaknya juga telah menerima laporan dari sejumlah wilayah lain yang membutuhkan pasokan air untuk areal persawahan.
“Jadi kami dari TNI Kodim 1403 Palopo, khususnya Koramil Wara dan Babinsa, menyisir sawah yang mengalami kekeringan agar pembagian air bisa dilakukan secara merata,” ujarnya.
Upaya tersebut menjadi bentuk respons cepat aparat kewilayahan dalam menghadapi dampak kekeringan yang mulai mengancam sektor pertanian.
Di sisi lain, kondisi puluhan hektare sawah yang kekurangan air selama lebih dari sebulan menunjukkan bahwa petani membutuhkan dukungan pengairan yang lebih berkelanjutan, bukan sekadar bantuan air darurat.
Jika kekeringan berlangsung lebih lama, risiko tanaman mati dan kerugian petani akan semakin besar. Karena itu, sinergi pemerintah daerah, TNI, serta instansi terkait diperlukan untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian hingga musim panen.(Tim)
Redaksi/Publizher : Andi Jumawi
















