JAKARTAKemenakerNasional

Kemnaker dan Huawei Perkuat Kolaborasi Pengembangan SDM melalui Pendidikan Vokasi dan Teknologi

53
×

Kemnaker dan Huawei Perkuat Kolaborasi Pengembangan SDM melalui Pendidikan Vokasi dan Teknologi

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

JAKARTA, INDEKS– Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) memperkuat sinergi dengan PT Huawei Tech Investment dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di bidang pendidikan, peningkatan kompetensi, dan pemberdayaan SDM, Selasa (23/6/2026).

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat keterkaitan antara pendidikan vokasi dan dunia industri guna mencetak tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di era transformasi digital.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, mengatakan perjanjian kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemnaker dan PT Huawei Tech Investment tentang Sinergi Peningkatan Pembangunan Ketenagakerjaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi yang telah ditandatangani pada 23 April 2025.

“Perjanjian Kerja Sama ini bukanlah inisiatif yang berdiri sendiri. Ini merupakan tindak lanjut operasional dari kesepahaman yang telah dibangun antara Kemnaker dan Huawei. Apa yang telah disepakati di tingkat kementerian sebagai arah besar, kini diterjemahkan menjadi langkah konkret di tingkat satuan pendidikan melalui program-program yang langsung menyentuh dosen dan mahasiswa,” ujar Cris.

Menurutnya, Polteknaker sebagai satu-satunya perguruan tinggi vokasi di bawah Kemnaker memiliki mandat untuk menyiapkan SDM unggul di bidang ketenagakerjaan melalui program studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Relasi Industri, dan Manajemen Sumber Daya Manusia.

Cris menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Karena itu, proses pembelajaran harus terintegrasi dengan praktik industri sehingga mahasiswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

“Ilmu yang diajarkan tidak boleh berhenti di ruang kelas. Pendidikan vokasi menekankan kemampuan untuk mengerjakan, mempraktikkan, dan menghasilkan. Karena itu, kami ingin menjadi jembatan antara kampus dan industri, dan kemitraan dengan Huawei merupakan salah satu wujud nyata dari upaya tersebut,” katanya.

Dalam implementasinya, kerja sama tersebut mencakup tiga ruang lingkup utama. Pertama, bidang pendidikan dan pengajaran melalui keterlibatan praktisi industri sebagai dosen praktisi dalam kuliah umum dan seminar, penyelarasan kurikulum, kunjungan industri, serta penyediaan sarana praktik bagi mahasiswa.

Kedua, peningkatan kompetensi dan pengembangan SDM melalui berbagai program pelatihan, termasuk program Training to Trainer dari ICT Academy yang memungkinkan dosen memperbarui kompetensi teknologi sekaligus mentransfer pengetahuan tersebut kepada mahasiswa.

Ketiga, pemberdayaan SDM melalui penyediaan program magang, informasi peluang kerja, serta pelaksanaan campus hiring yang mempertemukan talenta muda dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Cris menilai kerja sama ini akan memberikan manfaat bagi seluruh program studi di Polteknaker. Mahasiswa K3 akan memperoleh wawasan mengenai keselamatan kerja di era digital, mahasiswa Relasi Industri mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan industrial modern, sedangkan mahasiswa Manajemen SDM dapat mempelajari praktik pengelolaan talenta kelas dunia.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh program pengembangan kompetensi yang dijalankan Kemnaker bermuara pada peningkatan kualitas manusia Indonesia sebagai fondasi utama pembangunan nasional.

“Kami tidak sekadar menyiapkan tenaga kerja, tetapi menyiapkan manusia agar dapat bekerja dengan bermartabat, aman, dan memiliki kesempatan yang adil untuk berkembang. Kami melihat mitra kami memiliki komitmen yang sama, yaitu berinvestasi pada manusia dan memberdayakan talenta,” tuturnya.

Melalui kolaborasi ini, Kemnaker dan Huawei diharapkan dapat mempercepat penguatan ekosistem pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri serta mendukung terwujudnya SDM Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.

Sumber: Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Editor/Publisher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!