Kab.KonselNasionalPENDIDIKAN

Revitalisasi Sekolah Dasar di Konawe Selatan Tingkatkan Kualitas Lingkungan Belajar

48
×

Revitalisasi Sekolah Dasar di Konawe Selatan Tingkatkan Kualitas Lingkungan Belajar

Sebarkan artikel ini
Foto : SDN 2 Baito tampak dari depan. (Doc.Adriana)
Listen to this article

KONAWE SELATAN (INDEKS) — Program percepatan pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan yang dicanangkan pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 mulai menunjukkan dampak nyata di daerah. Salah satunya terlihat di SDN 2 Baito yang kini memiliki wajah baru setelah mendapatkan program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan pada tahun anggaran 2025.

Foto : SDN 2 Baito tampak dari depan. (Doc.Adriana)

Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang menitikberatkan pada percepatan pembangunan dan revitalisasi pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar hingga menengah, termasuk digitalisasi pembelajaran dan pengembangan sekolah unggulan.

Terletak di Desa Amasara, Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, revitalisasi yang dilakukan di SDN 2 Baito membawa perubahan signifikan terhadap kondisi fasilitas sekolah. Bangunan yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diperbaiki dan dilengkapi dengan sarana pendukung pembelajaran yang lebih layak dan nyaman.

Foto : Gedung Administrasi dan Gedung UKS SDN 2 Baito. (Doc.Adriana)

Kepala SDN 2 Baito, Mauria, S.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/3/2026), menjelaskan bahwa program revitalisasi sekolah merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan secara merata di seluruh Indonesia.

“Program revitalisasi ini bertujuan menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik, sehingga kualitas layanan pendidikan dapat terus meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan pembangunan dilakukan melalui mekanisme swakelola oleh pihak sekolah bersama tim P2SP dengan melibatkan tenaga kerja lokal. Pendekatan ini tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan.

Foto : Gedung RKB SDN 2 Baito.(Doc.Adriana)

“Dalam pelaksanaannya, kami berupaya semaksimal mungkin mengikuti petunjuk teknis operasional agar pembangunan menghasilkan fasilitas yang bermutu, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai regulasi,” kata Mauria.

Revitalisasi SDN 2 Baito menelan anggaran sebesar Rp1.186.842.126. Dana tersebut digunakan untuk berbagai pekerjaan fisik pembangunan dan rehabilitasi fasilitas sekolah, antara lain pembangunan satu unit ruang administrasi, satu unit toilet, satu unit ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), rehabilitasi tiga ruang kelas belajar (RKB) unit A, rehabilitasi tiga RKB unit B, serta perbaikan satu ruang toilet berikut pengadaan meubelair pendukung pembelajaran.

Foto : Gedung RKB SDN 2 Baito. (Doc.Adriana)

Menurut Mauria, keberadaan fasilitas baru tersebut kini memberikan dampak positif bagi aktivitas belajar mengajar di sekolah. Lingkungan sekolah yang sebelumnya kurang layak kini berubah menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi guru maupun siswa.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan program revitalisasi dari pemerintah pusat. Sarana yang sebelumnya rusak dan kurang memadai kini sudah layak digunakan dan bahkan terlihat lebih asri. Hal ini tentu memberi semangat baru bagi siswa dan guru dalam menjalankan proses belajar mengajar,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejak awal pelaksanaan program, pihak sekolah mendapat pendampingan dari kementerian melalui kegiatan bimbingan teknis yang dilaksanakan di Jakarta. Pendampingan tersebut dinilai sangat membantu pihak sekolah dalam memahami mekanisme pelaksanaan hingga pelaporan kegiatan revitalisasi.

Foto : Toilet/WC SDN 2 Baito.(Doc.Adriana)

Dengan adanya perbaikan infrastruktur tersebut, SDN 2 Baito diharapkan mampu menghadirkan kualitas pembelajaran yang lebih baik serta menjadi salah satu contoh keberhasilan implementasi program revitalisasi pendidikan di daerah. Program ini juga diharapkan dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak sekolah di berbagai wilayah Indonesia yang memperoleh fasilitas pendidikan yang layak dan berkualitas.(Adriana)

Redaksi/Editor : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!