SOPPENG, INDEKS.co.id — Pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi tenaga pendidik jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, menuai sorotan. Pasalnya, besaran jumlah anggaran yang digunakan oleh pihak Dinas Pendidikan dan kebudayaan tak bisa dijelaskan detail anggarannya. Hal ini menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat.

Informasi yang diterima Redaksi INDEKS.co.id, kegiatan Bimtek ini melibatkan sedikitnya 292 sekolah, terdiri dari 254 SD dan 38 SMP. Namun, hingga kini belum ada kejelasan mengenai besaran anggaran per sekolah maupun total dana yang digunakan.
BACA JUGA :
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis (30/10/2025), Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Nuralim, mengakui adanya kegiatan tersebut yang digelar di Kota Makassar pada 26–27 Oktober 2025.
Namun ia enggan menyebutkan nilai anggarannya.
“Anggaran kegiatan ini tidak bisa saya sebutkan, nanti saya salah sebut,” ujar Nuralim.
“Yang ditanggung sekolah hanya biaya transportasi. Untuk kebutuhan lainnya ditanggung oleh Dinas Pendidikan,” tambahnya.
Meski demikian, Nuralim tak merinci berapa besar biaya yang ditanggung per sekolah atau per peserta. Ia berdalih tengah mendampingi pihak Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) yang sedang berkunjung ke wilayah Soppeng.
Lebih lanjut, Nuralim menjelaskan bahwa anggaran kegiatan tersebut mengacu pada Dana BOS, sebagaimana diatur dalam Petunjuk Teknis (Juknis) Permendikbud Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
BACA JUGA :
“Dana BOS memang bisa digunakan untuk peningkatan kompetensi guru. Jadi, tergantung besar kecilnya dana yang diterima sekolah. Kalau dananya besar, bisa mengikutkan dua orang guru, kalau kecil cukup satu orang,” terangnya.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, Nuralim belum memberikan klarifikasi lanjutan mengenai total anggaran yang digunakan. Hal itu menimbulkan tanda tanya besar publik, terutama karena kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Dalton Makassar, salah satu hotel berbintang di kota tersebut.
Pengamat kebijakan publik menilai, karena kegiatan ini menggunakan dana bersumber dari keuangan negara (APBN/APBD), maka transparansi dan akuntabilitas mutlak diperlukan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan anggaran.
Kegiatan Bimtek ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru melalui penguasaan teknologi pembelajaran modern, seperti deep learning, coding, dan kecerdasan buatan (AI) menuju transformasi pembelajaran inovatif tahun 2025.
Program tersebut dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Soppeng bekerja sama dengan PT Putri Dewani Mandiri.
Publik kini menantikan penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng terkait rincian penggunaan dana Bimtek tersebut, agar tidak menimbulkan dugaan-dugaan negatif di masyarakat.
Redaksi/Publisher: Andi Jumawi
Editor: Tim INDEKS.co.id
















