BULETIN TNIJAWA TIMURKODAM V/BRAWIJAYANasionalPonorogo

Jembatan Garuda Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat, Semangat Gotong Royong Menggema di Bumi Reog

55
×

Jembatan Garuda Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat, Semangat Gotong Royong Menggema di Bumi Reog

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

Selasa 23 Juni 2026

PONOROGO, INDEKS– Semangat gotong royong kembali menunjukkan kekuatannya dalam pembangunan empat Jembatan Garuda di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Di tengah aktivitas pembangunan, personel TNI dan warga tampak bekerja berdampingan tanpa sekat, mencerminkan eratnya kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Bumi Reog.

Empat Jembatan Garuda yang saat ini tengah dibangun berada di Desa Slahung, Kecamatan Slahung; Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun; Desa Mojomati, Kecamatan Jetis; serta Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan.

Sejak tahap awal pembangunan, warga dari berbagai kalangan aktif terlibat dalam proses pengerjaan. Mereka bahu-membahu bersama prajurit TNI, menyumbangkan tenaga demi mempercepat penyelesaian jembatan yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

Komandan Korem (Danrem) 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program Jembatan Garuda di seluruh wilayah jajaran Korem 081/DSJ.

“Semangat gotong royong menjadi energi yang terus menggerakkan seluruh proses pembangunan Jembatan Garuda di wilayah jajaran kami,” ujar Untoro dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menunjukkan bahwa budaya gotong royong masih terpelihara dengan baik dan menjadi modal sosial yang sangat penting dalam mendukung pembangunan.

“Pembangunan Jembatan Garuda bukan hanya tentang membangun sarana penghubung, tetapi juga membangun kebersamaan dan kepedulian. Kehadiran masyarakat yang ikut bekerja bersama prajurit menunjukkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat,” katanya.

Ia menambahkan, nilai kebersamaan tersebut tidak hanya terlihat dalam program Jembatan Garuda, tetapi juga menjadi fondasi dalam berbagai program pembangunan lainnya yang melibatkan TNI dan masyarakat.

Program Jembatan Garuda sendiri merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto melalui TNI Angkatan Darat sebagai upaya menghadirkan infrastruktur yang mampu mengatasi keterisolasian wilayah serta meningkatkan konektivitas masyarakat.

Untoro optimistis keberadaan jembatan tersebut nantinya akan memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.

“Kami optimistis pembangunan Jembatan Garuda dapat memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, hingga mendorong pertumbuhan wilayah di sekitarnya,” ungkapnya.

Bagi masyarakat, Jembatan Garuda bukan sekadar bangunan fisik yang menghubungkan dua wilayah. Kehadirannya menjadi simbol harapan baru untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga.

Antusiasme itu terlihat jelas di lokasi pembangunan Jembatan Garuda di Desa Baosan Lor. Meski disibukkan dengan pekerjaan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga, warga secara bergiliran menyempatkan diri membantu proses pembangunan.

“Kami warga di sini sangat senang dengan dibangunnya Jembatan Garuda. Karena itu kami bersama-sama membantu bapak-bapak TNI agar pembangunan cepat selesai,” ujar Purwo Susilo, salah seorang warga Desa Baosan Lor.

Purwo menuturkan, selama ini akses yang tersedia kerap menjadi kendala bagi masyarakat, terutama saat membawa hasil pertanian maupun aktivitas pendidikan anak-anak.

“Kalau jembatan sudah jadi, akses kami akan lebih mudah. Anak-anak ke sekolah lebih lancar, hasil pertanian juga lebih cepat dibawa ke pasar. Karena itu kami mendukung penuh pembangunan ini,” katanya.

Seiring progres pembangunan yang terus berjalan, harapan masyarakat pun semakin besar. Empat Jembatan Garuda tersebut diharapkan menjadi penggerak berbagai sektor kehidupan masyarakat pedesaan sekaligus menjadi simbol nyata kuatnya semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang tetap terjaga di Bumi Reog.(Tim/Pen)

Editor/Publisher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!