DaerahKAB.SOPPENG

Kemarau Berkepanjangan, Satgas Karhutla Soppeng Ingatkan Warga: Jangan Bakar Lahan

145
×

Kemarau Berkepanjangan, Satgas Karhutla Soppeng Ingatkan Warga: Jangan Bakar Lahan

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

SOPPENG, INDEKS.co.id — Kemarau berkepanjangan yang melanda Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, sejak Mei hingga Oktober 2026 mulai menekan ketersediaan air bersih sekaligus meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Sejumlah sumber air masyarakat dilaporkan mengalami penurunan debit. Bahkan, sebagian sumur warga mulai mengering. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, mengingat lahan dan vegetasi yang semakin kering dapat memperbesar risiko kebakaran apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kabupaten Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., meminta masyarakat tidak menganggap remeh kondisi tersebut.

Menurutnya, kemarau panjang tahun ini membuat sejumlah kawasan hutan dan lahan berada dalam kondisi rentan terhadap kebakaran. Karena itu, kewaspadaan dan pencegahan harus menjadi perhatian bersama.

“Kemarau panjang yang melanda daerah Soppeng tahun 2026 ini perlu kita waspadai. Banyak hutan dan lahan yang mengalami kekeringan sehingga rawan terjadi kebakaran. Olehnya itu, kita semua perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap Karhutla,” ujar Suwardi, Jumat, 2 Oktober 2026.

Suwardi yang juga Bupati Soppeng secara tegas mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan.

“Jangan lagi ada yang membuka, membersihkan ladang, sawah, kebun dengan cara membakar, mengingat saat ini sangat rawan terjadi kebakaran,” tegasnya.

Peringatan tersebut dinilai penting karena pembakaran lahan di tengah kondisi kering berpotensi memicu api sulit dikendalikan. Jika tidak diantisipasi, kebakaran tidak hanya mengancam lahan pertanian dan kawasan hutan, tetapi juga dapat berdampak terhadap lingkungan serta aktivitas masyarakat.

Suwardi menegaskan, pencegahan Karhutla bukan semata-mata menjadi tugas pemerintah atau Satgas. Peran masyarakat menjadi bagian penting dalam memutus potensi kebakaran sejak dari sumbernya.

“Yang kita khawatirkan tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dengan kebersamaan dan kekompakan, kekhawatiran itu bisa kita atasi dan keberhasilan yang kita harapkan bersama dapat terwujud,” katanya.

Sebagai Ketua Satgas Karhutla Soppeng, Suwardi kembali mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, tidak melakukan pembakaran sembarangan, serta bersama-sama menjaga wilayah Soppeng dari ancaman kebakaran selama musim kemarau.

“Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan lindungi Soppeng,” pesannya.(Tim)

Editor/Publizher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!